Tamansiswa Usulkan Taufiq Kiemas jadi Pahlawan Nasional

Tamansiswa Usulkan Taufiq Kiemas jadi Pahlawan Nasional
Narasumber Dialog Publik Taufiq Kiemas in Momeriam.(foto IST)

Dialog Publik Sumbangsih untuk Bangsa

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA) Sumatera Selatan menilai sosok mendiang Taufiq Kiemas sangat berjasa bagi bangsa ini, terutama dalam membangun nasionalisme dalam keberagaman ditengah gencarnya ideologi kanan yang radikal menguasai lini kehidupan masyarakat.

"Kami mengusulkan Taufiq Kiemas menjadi pahlawan nasional, bukan hanya sekedar menjadikan beliau nama jalan atau gedung sebagai apresiasi terhadap kiprah bapak bangsa yang biasa dipanggil TK," kata Rektor Universitas Tamansiswa Palembang, Joko Siswaanto, Senin (30/12).

Joko menyebutkan, perjuangan TK melawan ideologi yang berlawanan dengan dasar negara yaitu Pancasila membuktikan jiwa kebangsaannya yang sangat tinggi.

"Empat pilar yaitu Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD'45 menjadi trade mark TK sebagai Bapak bangsa nasionalis yang juga plural," ungkap Ki Joko dalam Dialog Publik - Taufiq Kiemas in Momeriam " Sumbangsih untuk Bangsa", Merangkul, Merajut dan Menyatukan Bangsa.

Mengampanyekan secara berkesinambungan empat  pilar bangsa, menurut Joko menjadi antitesis dari ideologi ekstrim kanan yang selama ini, menjadi salah satu masalah yang dihadapi Indonesia.

Dengan memahami dan mengimplementasikan Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika serta UUD'45 tetap akan terjaga dengan baik, meskipun masuknya ideologi yang bertentangan dengan pondasi bangsa, tambah dia.

Ketua Alumni GMNI Sumsel, Istiawan Impas mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi HIMPKA mendedikasikan rangkaian acara untuk mengenang Kak Taufiq. Beliau orangnya sangat baik dan perhatian pada semua sahabat maupun juniornya.

"Almarhum orang hebat dan luar biasa dalam bergaul serta mengayomi semua golongan, karena itu tidak salah kalau selama ini menjadi panutan," kata dia.

Dia menambahkan, sebagai junior di organisasi yang dibidani TK yaitu GMNI dirinya sering berdiskusi dan bercengkrama dengan mediang Taufiq Kiemas, yang sangat baik dan memiliki kemampuan lobi yang mumpuni.

"Seperti diketahui, di era Orde Baru GMNI menjadi salah satu organisasi yang dimusuhi rejim tetapi Kak Taufiq bisa dengan mudah bertemu dengan pejabat tinggi, seperti gubernur dan panglima," ujar lulusan Teknik Sipil Unsri ini.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Ki Edi Susilo mengatakan rangkaian peringatan In Memoriam Taufiq Kiemas diselenggarakan Desember akhir ini sampai Januari 2020, diawali dengan Dialog Terbuka, Senin (30/12) di Universitas Tamansiswa Palembang, kata dia.

Menurut dia, rangkaian acara tersebut didedikasikan kepada Bapak Taufiq Kiemas atas perjuangannya sampai menjelang wafat. Bapak Taufiq Kiemas adalah salah satu tokoh besar yang berasal dari Sumatera Selatan yang mengajarkan tentang kenegarawanan.

"Pak Taufiq Kiemas yang lahir pada 31 Januari 1942, dari orang tua bapak Tjik Agoes Kiemas yang berasal dari Sumsel dan Ibu Hamzatun Rusia yang berdarah Minang. Beliau dibesarkan dalam keluarga dalam pemikiran Islam yang kuat, sehingga tumbuh dewasa dalam alam politik Nasionalis yang kuat. Akhirnya menjadi ketua MPR RI yang melahirkan sebuah kebijakan yang luar biasa yaitu empat pilar bernegara," ujar Ki Edi.

Ia menegaskan, kita harus bangga sebagai orang Sumatera Selatan memiliki Tokoh Negarawan seperti bapak Taufiq Kiemas. Beliau banyak mengajarkan betapa kehidupan berbangsa butuh satu keseimbangan sehingga pluralisme dalam berbangsa itu menjadi penting.

"Menjadi seorang Nasionalis itu tidak harus islamofobia, begitu pun sebaliknya dan itu yang di ajarkan secara langsung oleh Bapak Taufiq Kiemas," tegasnya.

Sementara Taufiq Kiemas yang meninggal, 8 Juni 2013 pernah menjabat Ketua Badan Pembina Persatuan Tamansiswa masa bakti 2006 - 2011. Melalui Rangkaian agenda ini Himpunan Keluarga Tamansiswa mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk kembali meneladani rekam jejak Taufiq Kiemas sebagai negarawan.(ert)