Tak Mau Mundur dari Program PKH, Camat Terawas Geram 

Tak Mau Mundur dari Program PKH, Camat Terawas Geram 
Petugas saat memasang stiker di rumah penerima bantuan PKH

MUSIRAWAS, MEDIASRIWIJAYA - Dalam rangka penertiban bagi penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap keluarga tidak mampu, Pemerintah Kecamatan Suku Tenggah Lakitan (Stl) Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas (Mura) 

mengadakan sosialisasi dengan cara memasang stiker di setiap rumah milik Kepala Keluarga (KK), yang mendapat bantuan Pkh tersebut.

Camat Stl Ulu Terawas, Saparudin Husein S sos mengatakan kepada awak media harian koran sriwijaya, Sabtu (12/10) bahwa selaku pemerintah kecamatan, telah berupaya melakukan sosialisasi dan penertiban bagi seluruh masyarakat di Kecamatan Stl Ulu Terawas ini yang menerima bantuan sosial,  program oleh pemerintah pusat melalui bantuan program Pkh. "Untuk itu kami pemerintah kecamatan telah memasang stiker pemberitahuan bahwa membenarkan kalau kk penerima yang sudah terdata itu memang tidak mampu. 

Bukan pura - pura tidak mampu. Dengan tujuannya apabila memang keluarga itu miskin mereka tidak akan minder dan malu dipasang stiker itu. "Namun jikalau penerimanya pura-pura miskin maka di dalam stiker tersebut sudah tercantum akan menerima azabnya dan akan mengundurkan diri sebagai penerima bantuan Pkh,"kata Camat.

Lanjutnya, dari sebanyak 12 desa dan I kelurahan itu, baru I desa yang sudah dilakukan pemasangan stiker yakni bagi masyarakat Desa Kasgoro pada Jumat (11/10) dengan melibatkan Kepala Desa, Bhabinkabtimas Polsek hingga Bhabinsa Danramil dan pihak media. Akan tetapi setelah pemasang stiker itu berlangsung dari sebanyak 82 Kk penerima bantuan program pkh, ada 18 Kk yang mengundurkan diri sebangai penerima pkh karena data penerimanya tidak sesuai fakta di lapangan, sebab masih banyak keluarga yang sangat mampu masih menerimah bantuan tersebut. 

Soalnya selama ini penerima bantuan itu asal terima saja karena sewaktu ada pembagian Surat Keputusan (SK) kelayakan penerima bantuan itu.Hanya dibagikan secara langsung terhadap masyarakat bukan melalui pemerintah desa, sehinga Kades dan perangkat tidak tahu menahu. "Sehingga setelah saya turun langsung ke desa ternyata ada penerima pkh itu sudah memiliki rumah bertingkat. Artinya selama ini apa pun itu bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang akan disalurkan ke masyarakat desa. Dalam pembagiannya bantuan tidak transparan, akhirnya pemilik rumah bertingkat tersebut tidak mau mengundurkan diri sebagai penerima bantuan pkh itu. Walaupun pemilik rumah itu tidak mau mengundurkan diri akan tetapi stikernya tetap kami pasang dan tahun depan tidak diusulkan lagi,"ucap Camat.

Saparudin Husein S sos menegaskan ke depan nanti apa pun bentuk bantuan bagi masyarakat yang gratisan akan dipantau secara langsung. "Supaya tidak terjadi lagi hal - hal seperti ini yang sangat tidak kita inginkan, dan semua desa nanti akan kami pantau hingga pasang stiker penerima bantuan. Sebab ibu Wakil Bupati Hj Suwarti telah berjanji dalam minggu ini nanti akan turun secara langsung ke desa - desa , guna memantau bagi penerima bantuan program pkh. Dan syukur alhamdulillah semua desa sudah siap, apabila nanti ibu Wakil Bupati akan turun langsung ke desa-desa, "tegas Camat.(Zul)