SMA Taruna Indonesia Terancam Ditutup 

SMA Taruna Indonesia Terancam Ditutup 
FotoL Suasana duka di rumah almarhum Wiko, Jumat (19/7)

PALEMBANG, MS - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Widodo mengatakan,  setelah pertemuan dengan pihak sekolah SMA Taruna Indonesia,  pihaknya mendapatkan gambaran lebih utuh terkait kronologis masalah terkait kegiatan MPLS dan untuk mendalaminya. Posisi sekolah saat ini,  pihaknya telah menurunkan tim seperti Diknas dan unsur terkait lainnya. "Kita memberikan kesempatan khususnya kurikulum yang memuat konten kekerasan agar dihapuskan, " ujarnya dalam rapat dengan pihak SMA Taruna Indonesia dan pihak terkait di Ruang Rapat Diknas Provinsi Sumsel, Rabu (17/7).

Lebih lanjut dia menjelaskan,  kalau dilihat dari persentasenya memang banyak latihan fisik karena targetnya lulusannya masuk Secaba. "Ini bagian penting apakah masih penting kegiatan fisik. Melatih fisik tidak boleh ada kekerasan, " tegasnya. 

Kendati sudah bertemu pihak dokter, Widodo menjelaskan,  pihaknya belum bisa membuat keterangan lebih lanjut.  "Dari keterangan hasil keterangan dokter,  ada organ tubuh yang tidak berfungsi seperti ginjal,  jantung dan pankreas, " bebernya. 

Lebih lanjut Widodo menegaskan, pihaknya  akan melakukan evaluasi sekolah Taruna Indonesia. "Jika program fisik,  itu bisa direstrukturisasi,  Itu yang paling ringan. Tapi kalau kekerasan fisiknya terstruktur,  maka ditutup saja. Itu sanksi terberat," ucapnya. 

Widodo menuturkan,  minggu ini pihaknya akan menerbitkan SK terkait masalah di SMA Taruna Indonesia.  "Kita sudah ada timnya. Satu minggu akan ada keputusannya," ujarnya. 

Untuk diketahui, Delwyn Berli Juliandro (14) meninggal di RS Myria, Palembang. Korban disebut sempat kejang-kejang dan pingsan saat mengikuti rangkaian kegiatan MPLS, Jumat (12/7) malam. 

Melihat kondisi korban kejang, panitia pun langsung membawa korban ke RS Myria. Korban dilaporkan meninggal pada Sabtu (13/7/2019) sekitar pukul 04.00 WIB. Ibu kandung korban, Berce (41) yang tak terima langsung melaporkan kejadian ini ke Polresta Palembang. Dalam laporan itu, Berce melihat banyak luka lebam di tubuh korban. Selang satu hari pasca ditetapkan tersangka kasus penganiayaan  terhadap korban, Delwyn, kabar duka pun terdengar lagi. Teryata tak hanya Delwyn yang menjadi korban. Wiko, yang  ternyata juga menjadi korban namun masih sempat dilarikan ke rumah sakit. Setelah enam hari di Ruang ICU RS RK Charitas Palembang, Wiko akhirnya berpulang juga pada Jumat (19/7) pukul 20.00 WIB. Orangtua almarhum Wiko pun sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. (yanti)