Siap Hadapi 2020 dengan Bonus Demografi

Siap Hadapi 2020 dengan Bonus Demografi
Seminar LKMMN Polsri Digelar, Selasa (19/11). (Foto ist)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Mempersiapkan generasi milenial mengahdapai bonus demografi tahun 2030, Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya menggelar latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Nasional (LKMMN) ke 9 di Graha Polsri, Selasa (19/11).

Kegiatan ini mengusung tema "Inovasi Mahasiswa untuk mempersiapkan Generasi Milenial  dalam Menghadapi Bonus Demografi 2030."

Ketua BEM Polsri Radian Ramadhani mengatakan, pembentukan karakter ini diadakan bertujuan agar terciptanya pemuda yang produktif ketika menghadapi Bonus Demografi pada 20-30 tahun mendatang yang memiliki jiwa produktifitas tinggi dan profesional dalam melakukan tugas.

"Kegiatan ini rutin kita lakukan setiap tahun, untuk temanya kita ambil berbeda dengan yang sebelumnya. Ketika menghadapi Bonus Demografi tahun 2030 nanti pemuda akan jauh lebih produktif daripada orang tua, maka sebagai Generasi Milenial apa yang harus kita siapkan itu harus dipikirkan dari sekarang," kata dia, melansir globalplanet.

Ia melanjutkan, LKMMN ini diikuti 500  peserta yang berasal dari 24 Kampus se- Indonesia, 65 diantaranya adalah mahasiswa yang berasal dari Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sumatera Utara, dan lain-lain.

"Dalam kegiatan ini ada 2 jenis agenda yang pertama lomba karya tulis ilmiah dan soft skill mereka yang kami datangkan pelatihnya dari jakarta. Untuk hari ini kami juga menghadirkan pemateri  Sherly Anavita," ungkapnya.

Sementara, sebagai pemateri Sherly Anavita yang merupakan konten kreator berprestasi yang sempat menjadi sorotan media mengatakan, ketika menghadapi Bonus Demografi ada 17 Goals (tujuan) yang harus diraih dengan 232 indikator untuk mencapainya.

"2030 nanti akan ada evaluasi besar-besaran maka kita sebagai pemuda menyiapkan kemampuan dan menghasilkan banyak hal. Ketika sudah mencapai waktunya list apa saja yang sudah kita capai," kata dia.

Gadis kelahiran Lhokseumawe 27 tahun silam ini menambahkan, salah satu yang dimiliki anak muda sekarang adalah mental persaingan dalam hal teknologi. Industri yang sekarang lebih mengarah ke 4.0 dan E-Commerce adalah merupakan faktornya.

Menurutnya, apa yang terjadi di Barat (Amerika Serikat) selalu diikuti contoh berdirinya Tokopedia, Ruang Guru, dan Gojek sukses. Itu merupakan hasil karya anak bangsa kita yang memang tertular dari karya orang Amerika beberapa tahun sebelumnya seperti contohnya situs jual beli nomor 1 di dunia 'Amazon' yang saat ini menjual segala jenis barang.

"Ini bukan suatu kebetulan kiblatnya berada di Barat, jadi kita mesti persiapkan diri untuk mengambil peluang," ujarnya.(net)