Selamatkan Danau Ranau dari Pencemaran dan Pendangkalan

Selamatkan Danau Ranau dari Pencemaran dan Pendangkalan
foto:mediasriwijaya.com/yanti

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Musi Kementrian Lingkungan Hidup akan mengoptimalkan fungsi Danau Ranau. Oleh sebab itu,  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membentuk Pokja Pengelolaan Danau Ranau. 

Direktur pengendalian kerusakan perairan darat KLHK Ir Sakti Hadeng Ganan mengatakan air adalah kebutuhan penting dalam kehidupan.  Pasalnya,  untuk mencapai target ketahanan pangan membutuhkan air, termasuk energi terbarukan harus memerlukan air. "Danau Ranau ini perlu diselamatkan,  ketersediaan air darat supaya tidak mengalir ke laut saat hujan. Serta saat kemarau tidak terjadi pendangkalan," ujarnya saat diwawancarai Kamis,  (22/2).

Dia menjelaskan,  pembentukan Pokja ini melibatkan berbagai instansi. "Kita mulai dari perencanan terpadu. Jadi tugas di Pokja ini menyusun perencanaan terpadu. Tujuannya agar tidak terjadi pendangkalan dan pencemaran Danau Ranau. Ke depan kita ingin Danau Ranau kapasitas menampung air tidak berkurang. Apalagi air Danau Ranau dari berbagai sungai. Ke depan Danau Ranau ini bisa menjadi sumber PDAM,  pembangkit listrik, irigasi dan untuk keperluan ketahanan pangan," tambahnya. 

Melalui pokja ini,  lanjut Sakti,  pihaknya berharap ketika hujan air Danau Ranau tidak ke laut dan tidak mengakibatkan banjir dan saat kemarau tidak terjadi pendangakalan. 

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Musi Siswo menambahkan, tugasnya adalah membuat pengelolaan Danau Ranau. Di sini Pokjanya sudah terbentuk diketuai Sekda dan dirinya sekretaris. Melalui rapat ini dirumuskan apa yang akan dilakukan selanjutnya," bebernya. 

Dia menjelaskan, kondisi Danau Ranau saat ini adalah terdapat sampah plastik berlebih dan erosi. 

"Di Indonesia ada 30 Danau yang menjadi prioritas dibentuk Pokja.  Untuk di Sumsel adalah Danau Ranau. Karena Danau Ranau memiliki kapasitas air yang sangat besar,"ujarnya. (Yanti)