SDN 213 Palembang Butuh Lapangan

SDN 213 Palembang Butuh Lapangan
Suasana siswa bermain bola di halaman yang penuh rumput dan berlumpur SD Negeri 213 Palembang.(foto ist)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Kompleks SD Negeri 213 Palembang, yang berada di kawasan rawa membuat sekolah tersebut  kesulitan menggunakan lapangan untuk upacara maupun bermain. Apalagi dimusim hujan, area sekolah akan digenangi air.

Kepala SDN 213 Palembang Parsi,  mengatakan bahwa diakui sejak berdiri sekolah pada 1982 pihak pemerintah belum membuat lapangan gantung, karena halaman kerap terisi air dan lumpur bekas pasang sungai musi.

“Sudah diajukan permohonan ke Dinas Pendidikan, tapi belum ada realisasinya. Gimana lagi, kasihan anak-anak,” ujarnya, melansir beritapagi,  Selasa (17/12).

Ia menambahkan, kondisi ini pun sangat sulit dan tak maksimal dalam proses belajar mengajar, karena selain tak bisa manfaatkan halaman untuk olahraga dan ekstrakurikuller dan ajang kreatifitas lain upacara pun tak bisa.

“Mungkin dalam setahun kami hanya sebulan atau empat kali bisa upacara dan olaharaga di halaman sekolah, lainnya tak bisa karena ada air sungai musi,” ujarnya.

Ia berharap kondisi ini tak berlarut-larut dan segara ditindak lanjuti agar memaksimalkan proses belajar siswa.

Juwita Margareta, salah satu siswa SDN 213 Palembang mengaku sudah tak ingat lagi kapan terakhir upacara karena sudah lama tak diselenggarakan.

“Iya lama gak upacara, olahraga nya jauh ke halaman rumah masyarakat,” ucapnya.

Ia berharap pihak Pemerintah Kota Palembang bisa membangun lapangan sebagaimana layaknya sekolah yang bisa upacara dan berolahraga.

“Ini gimana mau upacara, mau olahraga, halaman nya sering ada air dan kotor,” ujarnya.

Sementara itu dikatakan Ketua RT 18 RW 04 Kelurahan Keramadan Kecamatan Kertapati Palembang, Tanzili mengatakan bahwa SDN 213 merupakan SD di wilayahnya yang memang kondisinya cukup prihati.

“Karena selain RT saya juga wali murid. Anak saya sekolah disini. Masyarakat sudah banyak mengeluh karena sekolah disino tak punya lapangan. Kami berharap pemerintah bisa merespon kondisi ini karena bagaimana pun anak penerus bangsa yang harus belajar dengan layak,” jelasnya. (net)