SDN 1 Gajah Mukti OKI Roboh

SDN 1 Gajah Mukti OKI Roboh
(Foto mediasriwijaya/af)

* Ratusan Siswa Belajar di Balai Desa
* Tak Pernah Tersentuh Pembangunan

OKI, MEDIASRIWIJAYA.com - Ratusan siswa di UPTD SDN 1 Gajah Mukti, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI, terpaksa belajar di balai desa. Pasalnya bangunan sekolah mereka yang terbuat dari kayu roboh tak bisa difungsikan lagi. "Semua siswa kami pindahkan belajar di balai desa, walaupun kondisi tidak nyaman. Namun aktivitas kegiatan belajar harus jalan,"kata Kepala UPTD SDN 1 Gajah Mukti, Suprina melalui, Indah, SPd guru sekolah setempat, Selasa (6/8).

Indah menceritakan sejak ia enam tahun mengabdi menjadi pendidik di sekolah milik pemerintah tersebut, tak pernah bersentuh pembangunan dari pemerintah. Walaupun sering pihak sekolah mengajukan proposal untuk bantuan rehab. "Sudah sering tapi belum ada realisasi, bangunan sekolah tersebut dibangun pada tahun 2000-an,"ujarnya.

Sekolah tersebut kata Indah terdiri dari empat lokal. Dua ambruk dan masih tersisa dua lokal. Namun pihak sekolah tidak mau menempatinya, karena dikhawatirkan membahayakan para siswa. Mengingat kondisinya sudah dimakan usia. "Kami pindahkan semua siswa di balai desa. Kami sekat-sekat,"jelasnya.

Masyarakat tidak ada pilihan lagi untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah lain. Karena SDN 1 Gajah Mukti merupakan satu-satunya sekolah yang ada di desa tersebut. "Kalaupun mau sekolah ke tempat lain. Terpaksa ke desa tetangga yang jaraknya sangat jauh."kata guru honorer ini.

Padahal kata Indah, masyarakat sangat berharap kepada pemerintah agar sekolah tersebut direhab. Sudah selayaknya sekolah tersebut dibangun. 

Indah mengatakan anaknya terpaksa sekolah ke Lampung, dan menetap di tempat saudaranya. "Anak saya sekolah di Lampung Pak, saya titipkan tempat keluarga saya,"katanya.

Selain kondisi sekolah yang memprihatinkan, tenaga pendidik  PNS juga sangat minim "Hanya orang tiga yang PNS-nya, saya honorer Pak,"akunya.

Alhamdulillah sambung dia, semua guru merupakan orang pribumi. Sebelumnya memang ada guru PNS yang bukan orang pribumi tapi sudah pindah.

 Indrus Sardi, salah satu mantan guru yang pernah mengajar di sekolah tersebut membenarkan bahwa sekolah itu luput dari perhatian pemerintah. Ia pertama sekali bertugas tahun 2005 sampai 2007. "Sejak saya tugas di sana memang kondisinya sudah demikian,"kata Sardi.

Sekolah tersebut kata Sardi, jauh dari jangkauan karena medan yang dilalui untuk sampai ke sekolah harus menyeberang sungai. Dengan ongkos Rp60 ribu menyeberang. "Saya kalau mau berangkat dari Mesuji Lampung karena lebih dekat, ketimbang lewat Kayuagung,"kata Sardi.

Sebagai guru yang pernah mengabdi di sekolah terpencil, dia mengaku masih sering berkomunikasi dengan rekan guru di sekolah tersebut. "Saya berharap ada perhatian dari pemerintah setempat,"pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan OKI, H Muhammad Amin, SPd MM, mengaku belum mengetahui adanya hal tersebut. Namun dengan informasi tersebut ia segera menindaklanjutinya dengan memerintahkan stafnya. "Segera akan kita tindaklanjuti lewat staf saya,"janji Amin.(af)