Satu dari Dua Begal Bersajam Dibekuk di Malam Tahun Baru

Satu dari Dua Begal Bersajam Dibekuk di Malam Tahun Baru

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA.com - Satu dari dua tersangka begal bersenjata tajam (sajam) jenis golok yang beraksi di malam Tahun Baru 2020, tersangka Mahyudin alias Udin bin Hasanudin (19), berhasil diamankan pihak Kepolisian Polsek Gandus Palembang bersama warga masyarakat setempat, setelah gagal beraksi. Selasa (31/12) sekitar pukul 20.00 Wib.

Penangkapan tersangka Mahyudin, Warga Jalan Talang Kerangga Lorong Darma Bakti Rt 20 Rw 26 Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) 2 Palembang, bak di film laga, tersangka Al hasil babak belur dihajar warga setelah mengetahui keberadaan tersangka, yang bersembunyi di salah satu plafon rumah warga  di Komplek Poligon Gandus Palembang.

Tersangka Mahyudin, bersama dengan tersangka Dion (30) warga Lorong Lebak Talang Keranggo, yang kini masih DPO. Dengan mengunakan sepeda motor mio sporty warna hitam tanpa nopol  milik tersangka Dion.

Sebelum beraksi, kedua tersangka langsung memilih sasaran, saat itu korban M Agung Prayoga (27) pedagang warga Perum Pemkot Blok BG 32 Kelurahan Gandus Palembang, yang saat itu hendak ke rumah temannya di kawasan Simpang Macan Lindungan, melintas di TKP Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara tepatnya depan ruko deretan Bank BNI.

Korban Agung yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Bead warna hitam merah dengan Nopol BG - 4829 - VV, tiba- tiba dipepet motor honda mio sporty yang dikemudikan tersangka Dion. Sementara tersangka Mahyudin bertugas sebagai eksekutor dengan modal sajam jenis golok nekat merampas motor korban.

"Korban yang berjalan dari Gandus ke arah Simpang Macan Lindungan, rumah temannya, setiba di TKP motor korban dipepet oleh kedua tersangka, yaitu sebagai joki tersangka D dan sebagai eksekutor tersangka M," ungkap AKP Wiliam Harbensyah selaku Kapolsek Gandus Palembang.

Masih dikatakan Kapolsek Gandus Palembang, dalam beraksi salah satu tersangka menendang motor korban hingga korban terjatuh, langsung tersangka Mahyudin mengambil motor korban. Sial aksi ketahuan warga dan langsung mengejar dan menangkap tersangka bersama pihak kepolisian polsek Gandus yang saat itu sedang melakukan pengalaman Tahun Baru 2020.

"Saat korban terjatuh, tersangka M sempat mengarahkan sajam jenis golok ke arah korban, Saat kejadian kita mendapat info adanya pembegalan kita langsung ke Poligon, karena salah satu tersangka lari ke Poligon sambil membawa motor korban dan membuang Sajam di sungai," ungkapnya.

Dalam aksi pembegalan, ternyata korban melakukan perlawanan, tersangka Dion berhasil kabur. Sebaliknya tersangka Mahyudin yang membawa motor korban terus mengejar tersangka. Karena terdesak lantaran dikejar terus oleh korban membuat tersangka Mahyudin berhenti kawasan Komplek Poligon dan hingga bersembunyi di atap plafon rumah warga.

"Setelah eksekusi motor korban yang bersangkutan lari ke arah Polygon tersangka ini sempat dipepet oleh pengendara lain karena korban sempat meminta tolong dikejar masuk ke Poligon," jelasnya.

"Setiba di Poligon Motor digeletakkan  tersangka di pinggir jalan pelaku langsung lari masuk ke dalam gorong pada saat kita kita langsung melakukan pencarian terhadap tersangka m saat kita melakukan penelusuran gorong-gorong tersebut kami dapatkan tersangka di atas atap rumah warga," ujar AKP Wliam.

Selanjutnya tersangka Mahyudin, bersama dengan motor korban langsung diamankan di Polsek Gandus Palembang, sedangkan satu tersangka bernama Dion masih DPO jajaran Polsek Gandus Palembang.

Sementara itu, rersangka Mahyudin mengatakan jika aksi pembegalan baru pertama kali dilakoninya. Bahkan dari pengakuan tersangka dengan banyak tato di lengan ini awal hanya ingin mengambil ponsel.

"Baru pertama kali, kami berdua, saya tugas eksekusi dengan mengancam korban dengan golok dari rumah, awalnya mau ambil handpone saja tapi akhirnya begal motor," ungkap tersangka Mahyudin.

Dirinya hanya bisa pasrah, saat korban terus mengejar walaupun dirinya bersembunyi di plafon rumah warga. "Waktu dikejar saya masuk ke komplek perumahan, sampai sembunyi di pelapon," ujarnya.

Atas perbuatan tersangka Mahyudin harus merasakan malam pergantian tahun, di hotel prodeo Polsek Gandus Palembang, dan tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana penjara minimal 9 tahun maksimal 12 tahun penjara. (Ly).