Rekayasa Penculikan Minta Tebusan Terciduk Polisi

Rekayasa Penculikan Minta Tebusan Terciduk Polisi
Para tersangka yang berhasil dibekuk

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Kurang dari 1 x 24 jam, jajaran Unit 4 Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengungkap drama penculikan dengan modus tebusan uang sebesar Rp 150 Juta, ternyata rekayasa oleh korban seorang pembantu rumah tangga bersama dua sepupunya.

Ketiga tersangka ditangkap di salah  satu rumah tersangka di Jalan Padat Karya Perum Mutiara Kelurahan Talang Jambe Kec Sukarame Palembang, Rabu (15/04/2020) pukul 16.00 Wib.

Ke tiga tersangka, yang diamankan yaitu tersangka Romiati Wulan Sari (25), pembantu rumah tangga, warga Jalan Mawar Kelurahan 20 Irit Kecamatan Ilir Timur (IT) 1 Palembang. Sedangkan dua sepupunya tersangka Dedek Nurhayati (18) pelajar warga Jalan Padat Karya Perum Mutiara dan tersangka Nuraini (15) pelajar warga Jalan Mekar Jaya Kecamatan Sukarami Palembang. Terungkapnya drama penculikan ini dengan uang tebusan mencapai ratusan juta ini, setelah petugas petugas menerima laporan dari majikan korban atau tersangka Romiati ke Polda Sumsel.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LPB/278/IV/2020/SPKT tanggal 14 April 2020, atas nama pelapor KGS M HADI NUGRAHA. Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar S, langsung membentuk tim yang di pimpin langsung oleh Kompol Suryadi Kasubdit III Jatanras dan Kanit IV Kompol Zainuri, langsung melakukan penyelidikan.

Dalam video penculikan yang beredar berdurasi 1 menit, di mana pelaku menculik korban Rumiati, dari korban disekap dalam rumah dengan tangan diikat, kepala korban dibentur ke dinding dengan ditodong pisau di leher 'aku dak takut mati, bunuh aku lajulah, jangan tebus aku', dan video korban digantung. Serta ancam dan tulisan uang tebus kepada majikan dan perusahaan penyalur pembantu rumah tangga. Dari bukti petunjuk inilah akhirnya petugas berhasil mengungkap dan mengamankan 3 pelaku utama rekayasa penculikan.

"Setelah laporan diterima, kita langsung bergerak, apalagi dalam percakapan itu ada pengancaman jiwa korban dan meminta uang tebusan, kita berhasil melakukan penyelidikan perjalanan korban dan foto foto, serta video yang dikirim korban (tersangka) melalui pesan WhatsApp, kita berhasil mengungkap kasus penculikan tersebut yang ternyata rekayasa dari korban,"ungkap Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar S, Kamis (16/4/2020).

Masih dikatakan Dirreskrimum Polda Sumsel, atas pembuatan korban Rumiati bersama dua sepupunya ditetapkan sebagai tersangka. Kurang dari 1 x 24 jam, petugas berhasil menangkap ketiganya, dalam aksi di video penculikan diketahui tersangka Rumiati (mengenakan baju tahanan No.34) berperan sebagai korban penculikan. Tersangka Dedek berperan sebagai pelaku penculik (mengunakan baju no 33) dan tersangka Nuraini (mengunakan pakaian bebas) bertugas merekam setiap tahap adegan penculikan.

"Ada tiga pelaku yang kita tetapkan sebagai tersangka, dimana RW sebagai otak pelaku kemudian D yang membantu dan yang  N masih di bawah umur berusia 15 tahun akan kita lakukan diversi, dua sudah cukup umur akan mempertanggungjawabkan perbuatannya, sesuatu hukum yang berlaku, ke tiga tersangka merupakan satu keluarga sepupu," tegasnya.

Untuk motif pelaku membuat dan merekayasa video penculikan selain motif ekonomi, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman termasuk uang tebus Rp 150 juta. "Motifnya sementara kita duga faktor ekonomi tetapi kita masih melakukan pendalaman, pelaku meminta uang tebusan sudah sempat ditransfer sebesar 700 ribu ke rekening tertentu yang sudah kita lacak," jelasnya.

Selain mengamankan 3 tersangka petugas juga mengamankan barang bukti seperti seutas tali yang digunakan dalam video untuk menggantung korban, pisau yang digunakan pelaku untuk mengancam korban, sepatu yang menginjak muka korban dan handphone serta pakaian yang dikenakan pelaku.

Peristiwa terungkapnya kasus video penculikan berawal di mana Selasa (14/04/2020)  korban alias tersangka Rumiati meminta izin untuk melapor ke Polsek IT 1 Palembang, untuk membuat tindak pidana penipuan yang dialaminya, korban pada saat korban memesan 1 unit HP melalui online dan pelapor pun mengizinkan korban dengan diantar oleh sopir pelapor bernama AHMAD DELING.

Setelah sampai di Polsek korban menyuruh sopir yg mengantarnya untuk pulang pada pukul 10.00 wib, korban mengirimkan pesan WhatsApp kepada pelapor bahwa butuh rekening koran untuk membuat laporan.

Sekitar pukul 15.26 wib pelapor Hadi Nugraha, mendapat pesan whatsApp dari korban yang isinya gambar korban dengan tangan terikat dan mulut tersumpal kain dan orang tersebut meminta uang tebusan pada istri pelapor sebesar Rp.50 juta dan kepada NANI APRIANTI selaku pemilik PT NADIRA BAKTI UTAMA sebesar Rp.100 juta.

KGS M HADI NUGRAHA, majikan tersangka tidak menyangka jika tersangka Rumiati yang baru 4 bulan bekerja denganya melakukan hal tersebut. "Dia kerja dengan saya sudah 4 bulan selama ini dia kerja dengan saya baik-baik saja, tidak ada masalah dan tidak pernah ada masalah dengan rekannya dan kita selaku majikannya selalu aman. Kami dapat informasi penculikan dari yayasan penyalur mengatakan dia diculik dan minta uang tebusan, jam 4 sore kami dapat WA dari HP dia bawa dia disekap, untuk uang tebusan belum kita siapkan tapi kita sudah mentransfer Rp 700 ribu, awalnya kita tidak ada curiga sama sekali," ujarnya.

Saat ini para tersangka tidak dapat dikonfirmasi mengingat pelaku utama saat gelar perkara mendadak hendak jatuh, beruntung petugas polisi wanita yang sedari tadi berdiri di samping pelaku utama tersangka Rumiati merangkul tersangka dan mengiring tersangka masuk ke ruangan kembali. (Ly).