Ratusan Lapak PKL Dibongkar Paksa

Ratusan Lapak PKL Dibongkar Paksa
Ratusan pedagang kali lima (PKL) yang berjualan disepanjang Jalan Sudirman Pasar Intruksi Presiden (Inpres) Kota Lubuklinggau ditertibkan, Rabu (2/10/2019) pagi. (FOTO IST)

LUBUKLINGGAU, MEDIASRIWIJAYA - Ratusan pedagang kali lima (PKL) yang berjualan disepanjang Jalan Sudirman Pasar Intruksi Presiden (Inpres) Kota Lubuklinggau ditertibkan, Rabu (2/10) pagi.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perindustrian Perdagangan (Disdagrin), dibantu pihak kepolisian, membongkar paksa lapak-lapak liar para PKL. Tidak ada perlawanan dari para pedagang, mereka hanya bisa memandangi lapak-lapak tempat mereka mengais rezeki dibongkar paksa oleh tim gabungan itu. "Kami hanya bisa nurut pak tapi kalau boleh saran, minimal kami dibiarkan sampai jam 08.00 WIB jualan di sini," tutur Asri pedagang sayuran melansir tribunsumsel.

Asri pun sangat menyayangkan aksi bongkar paksa yang dilakukan oleh tim gabungan. Karena pasca dibongkar mereka kebingungan mau berjualan di mana. "Bingung pak mau pindah ke mana, karena mau di pasar lain pengunjungnya sepi, satu-satunya harapan kami jualan di sini tapi sudah tidak diperbolehkan," ujarnya sembari mengemas barang daganganya.

Kadis Dagrin Kota Lubuklinggau, Surya Darma mengatakan, penertiban kali ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang telah dilakukan Selasa (1/9). "Setelah sosialisasi berkali-kali akhirnya kita membongkar lapak penjual dari kayu, bambu, sifatnya permanen terutama yang berjualan di sepanjang trotoar," ungkapnya.

Surya menuturkan, jika Pemerintah Kota (Pemkot) tidak melakukan penertiban, maka ke depan akan semakin sulit. Bahkan, masyarakat enggan datang ke pasar untuk berbelanja. "Penertiban ini bukan hanya kali ini saja, akan terus kita lakukan sampai pasar Inpres dan Jalan Sudirman ini rapi, sehingga pengunjung menjadi aman saat datang berbelanja di pasar ini," paparnya.

Surya mengaku mempunyai solusi kepada para pedagang yang ingin pindah. Menurutnya para pedagang bisa pindah berjualan di Pasar Satelit, Pasar Gang Becek, Pasar Lubuk Kupang, Pasar Perumnas Rahma. "Kita hanya melarang mereka berjualan dari pukul 05.30 WIB sampai pukul 16.00 WIB, setelah itu mereka mau berjualan silahkan kita tidak pernah melarang," paparnya.(net)