PRD Sumsel Desak Pemerintah Tutup Perusahaan Pembakar Lahan

PRD Sumsel Desak Pemerintah Tutup Perusahaan Pembakar Lahan
Foto ist

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sumsel, Jaimarta mendesak pemerintah untuk menutup perusahaan yang terbukti, melakukan pembakaran lahan. Akibat, kebakaran lahan dan hutan menimbulkan kabut asap, yang menjadi penyebab munculnya beragam penyakit pernapasan dan kerugian sektor ekonomi.

"Pemerintahan Jokowi, berhak memberikan sanksi pada pelaku pembakaran lahan, pembakaran hutan dan lahan termasuk dalam kategori kejahatan manusia," katanya, di Palembang, Senin (16/9).

Dia mengatakan, kabut asap yang terjadi saat ini, bukan karena tindakan lalai oknum. Namun, sudah dilakukan secara sistematis atau sengaja membakar lahan, ujar dia. 

Tindakan tegas dari pemerintah, menurut dia sangat ditunggu rakyat, terutama yang terdampak kabut asap di Sumatera, tambah dia.

Sementara, sampai kini kebakaran lahan di Sumatera Selatan sudah mencapai ribuan titik api. Ribuan jiwa juga dilaporkan menderita infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA. 

Bahkan seorang bayi usia 4 bulan dilaporkan meninggal karena mengalami gangguan pernapasan, akibat asap.

Data BPBD Sumsel  September 2015 terdapat 11.285 titik api, 218 titik api pada 2016, 418 titik api pada September 2017, serta 673 titik api pada 2018. Sejak Minggu (1/9) hingga Minggu (8/9) lebih dari 700 titik api sudah muncul di Sumsel.

Pada periode Januari-September 2019, total titik api yang muncul di Sumsel sebanyak 2.010 titik api. Sejauh ini bulan Agustus menjadi periode yang paling banyak titik api dengan 1.308 titik api. Kabupaten yang paling banyak menghasilkan titik api yakni Musi Banyuasin dengan 668 titik api, 330 titik api di Ogan Komering Ilir, 161 di Ogan Ilir, 152 di Banyuasin, 132 di Musi Rawas Utara, 131 di Musi Rawas, serta 101 titik api di Muara Enim.(ert)