Workshop KSM BDC Sriwijaya Menuju KSM yang Berkomitmen dan Berintegritas

Workshop KSM BDC Sriwijaya Menuju KSM yang Berkomitmen dan Berintegritas
Mediasriwijaya.com/saft

MEDIASRIWIJAYA.COM, PALEMBANG – Bertempat di Ruang Parameswara Sekretariat Daerah Kota Palembang, Rabu (10/10/18) berlangsung kegiatan Workshop Kelompok Swadaya Masyarakat Business Development Center (KSM BDC) Sriwijaya.


(Mediasriwijaya.com/saft)

Workshop yang berlangsung sehari penuh ini diikuti puluhan peserta yang merupakan anggota KSM BDC Sriwijaya. Workshop dibuka Kepala Dinas Pèrdagangan Kota Palembang, Hardayani mewakili Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda yang berhalangan hadir. Workahop menampilkan beberapa narasumber yang berkompeten seperti Prof Sulastri yang merupakan praktisi di Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri), Ir Hardayani MT (Ketua Komite KSM BDC Sriwijaya sekaligus Kadinas Perdagangan Kota Palembang), Hj Yusni Handayani (anggota Komite KSM BDC Sriwijaya sekaligus sebagai Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang) serta beberapa narasumber lainnya. “Workshop ini dilatarbelakangi dengan keberadaan berbagai usaha dari pelaku yang merupakan binaan KSM BDC Sriwijaya. Mereka adalah pelaku usaha pemula dengan berbagai bentuk usaha seperti pembuatan pempek, industri kerajinan jumputan dan tenun Palembang, usaha home industri makanan ringan seperti keripik krispi ikan lele, produksi saus pepaya dan berbagai usaha lainnya yang membutuhkan pencerahan,” kata Hardayani.


(Mediasriwijaya.com/saft)

Adapun pencerahan yang dimaksudkannya adalah bahwa menurut Hardayani atau yang akrab disapa Yeni, sebagai pemula para anggota KSM BDC Sriwijaya belum memiliki skill atau kemampuan penuh tentang manajemen bisnis yang sebenarnya. “Misalnya, mereka buat atau produksi terus pakaian khas Palembang tapi mereka tidak tahu bagaimana cara memasarkannya, bagaimana kemasannya dan sebagainya. Workshop ini menghadirkan berbagai praktisi yang akan memberikan ilmu dan pengalaman kepada mereka tentang bagaimana memproduksi dengan standar mutu yang baik, bagaimana packing, bagaimana pemasaran termasuk bagaimana pemasaran secara online seperti yang sekarang lagi marak,” kata Yeni.


(Mediasriwijaya.com/saft)

Di tempat yang sama, Hj Yusni Handayani menyebutkan per hari pengiriman pempek keluar kota Palembang berkisar 3 sampai 5 ton via kantor pos, belum via jasa pengiriman swasta lain. Ini menunjukkan betapa pempek sudah mendapat tempat yang baik di konsumen tak hanya di Palembang dan Sumsel tapi sudah nasional bahkan internasional. “Nah melalui workshop ini kita berharap ada benang merah yang diperoleh peserta. Bahwa bisnis pempek menjanjikan tapi untuk meraih itu harus diikuti dengan keberadaan produksinya. Bahan baku ikannya harus betul-betul segar, jangan busuk. Trus kemasan harus bagus dan bagaimana supaya awet dan sebagainya,” kata Yusni.


(Mediasriwijaya.com/saft)

Begitu pula dengan Prof Sulastri yang pada kesempatan ini memberikkan motivasi kepada peserta KSM BDC Sriwijaya agar berkomitmen bersama bermitra sejahterakan anggota. “Untuk  menjalankan aksi, KSM BDC harus mau maju bersama,” kata Prof Sulastri.

Workshop juga diisi dengan lomba penyajian dan pembuatan berbagai produk usaha yang pada kesempatan ini ada lima pemenang dan mendapatkan hadiah berupa uang tunai dari Bank BNI.(saft)