Wawako Tongkrongi 20 Ton Sampah Diangkut di Rusun 24 Ilir

Wawako Tongkrongi 20 Ton Sampah Diangkut di Rusun 24 Ilir
MEDIASRIWIJAYA.COM/Saft Wawako, Fitrianti Agustinda rela “tongkrongi” tumpukan sampah ini dibabat sampai bersih dan diangkut petugas ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Sukawinatan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Saking prihatinnya dengan kondisi tumpukan sampah di kawasan Rumah Susun (rusun), Wakil Walikota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda rela “tongkrongi” tumpukan sampah ini dibabat sampai bersih dan diangkut petugas ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Sukawinatan, Rabu (7/11/18).

MEDIASRIWIJAYA.COM/Saft

Bahkan sejak pukul 7.30 wib sampai sekitar 15.40 Wib, Fitri, panggilan Wawako Palembang ini masih betah memantau pembersihan tumpukan sampah yang diperkirakan mencapai 20 ton beratnya karena campuran sampah basah dan lumpur air.

Bertumpuknya sampah di drainase,  di Blok 12 Rumah Susun (Rusun) Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil akhirnya berhasil diangkut. Kurang lebih 20 ton sampah yang terdiri dari sampah plastik dan tanah. Wakil Walikota Palembang,  Fitrianti Agustinda turun langsung untuk mengawasi pembersihan sampah tersebut.

Menurut Fitri, drainase ini sudah dibersihkan  saat gotong royong beberapa waktu lalu, tetapi sekarang kembali bertumpuk.  Parahnya,  sampah yang dibuang tersangkut di pohon sekitar Rusun. "Perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ini tidak akan membuat lingkungan ini berubah.  Padahal, dua bulan lalu sudah kita bersihkan dengan gotong royong tetapi sampah kembali bertumpuk," ungkap Fitri,  Rabu (6/11/18).

MEDIASRIWIJAYA.COM/Saft

Namun ia tetap semangat bahkan menunggu sampai selesai sampah terangkut. " Ya kalau tidak begini,  khawatirnya bekerjanya berhenti. Kita harap harus sampai tuntas,  bahkan nanti akan kita sediakan kotak sampah untuk masyarakat setempat," katanya. 

Ke depan lanjutnya,  pihaknya membuat sayembara agar bagi siapa saja yang ketahuan membuang sampah sembarangan maka akan difoto. Bagi yang berhasil mengambil foto akan diberikan reward (penghargaan), sedangkan oknum pembuang sampah wajahnya akan diupload di sosial media.  Fitri menegaskan, tindakan ini dilakukan untuk membuat efek jera bagi masyarakat yang masih sembarangan membuang sampah.

  "Sejalan dengan Perwali yang akan kita terapkan 2019 mendatang,  pembuang sampah akan dikenakan denda sebesar Ro250 ribu dan kurungan selama tiga hari. Sekarang Perwalinya sedang direvisi dan Insya Allah tahun depan sudah bisa kita terapkan, " tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang,  Faizal AR menyebutkan,  pihaknya sudah rutin membersihkan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di 24 Ilir ini, bahkan setiap hari,  atau dua kali sehari dilakukan pengangkatan sampah. "Kami mohon dukungan masyarakat,  karena persoalan sampah ini juga bukan tanggung jawab pemerintah saja.  Melainkan kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan dan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, " katanya. 

Ia menambahkan saat ini DLHK memiliki 350 pasukan kuning dan 108 armada untuk mengangkut.  "Memang kalau jumlah masih dirasa kurang,  tapi mudah-mudahan ke depan kita optimalkan lagi untuk pengangkutan sampah. Jangan membuang sampah di saluran air,  ya jadinya menyumbat saluran, " tambaahnya.(saft)