UMP dan Holmesglen Institute Australia Gelar Training ESP

UMP dan Holmesglen Institute Australia Gelar Training ESP
UMP dan Holmesglen Institute Australia Gelar Training ESP
UMP dan Holmesglen Institute Australia Gelar Training ESP
UMP dan Holmesglen Institute Australia Gelar Training ESP

Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP)  terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikanya. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di luar negeri.

Bukan hanya membangun jaringan, namun jaringan yang sudah ada terus ditindaklanjuti seperti MoU dengan Holmesglen Institute.

Pasca penandatanganan MoU pada bulan Februari 2018 yang lalu, UMP merespon nota kesepahaman tersebut dengan penyelenggaraan kegiatan Training English for Specific Purpposes (ESP).

Melalui Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, UMP menjadi tuan rumah penyelenggaraan Training for Lectures of English for Specific Purposes (ESP) Held by the Council of Muhammadiyah Higher Education in Cooperation With Holmesglen Institute Australia.

Training ESP tersebut digelar mulai 2-7 Juli 2017 di Hotel Swarna Dwipa Palembang dengan 26 dosen peserta dari 19 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia.

Rektor UMP Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengatakan Training ESP ini merupakan pelatihan pengajaran bahasa Inggris bagi dosen bahasa Inggris untuk mengajar bahasa Inggris kepada program studi non bahasa Inggris di PTM.

“Tujuan Training ESP ini juga sebagai implementasi MoU yang ditandatangani oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dan salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Palembang”, ungkap Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M.

Lebih lanjut Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menambahkan, Training ESP juga sebagai pilot project dan proyek pertama kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Palembang dan Holmesglen Institute Australia. Sebagai bentuk kepedulian Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam pengembangan kekhususan kebutuhan bahasa Inggris bagi lulusan.

“Diharapkan bagi dosen peserta Training ESP akan memiliki arah yang lebih terinci dalam pengajaran ESP ini, sehingga mahasiswa dapat menggunakan bahasa Inggris sesuai kebutuhan dunia kerja”, tambah Abid.