Tertibkan  Parkir, Tak Berani Tertibkan Jukir

Tertibkan  Parkir, Tak Berani Tertibkan Jukir
Sebuah mobil sedang diderek di jalan sudirman karena melanggar aturan larangan parkir. (instagram/net)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Setidaknya lebih dari lima kendaraan roda empat (mobil) diangkut oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang yang tidak mengindahkan larangan parkir yang mulai diterapkan mulai dari akses jalan Bandara hingga Jakabaring Sport City (JSC).

Kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di seputar Cinde, menjadi titik fokus Dishub dalam mensosialisasikan dan menertibkan kendaraan yang masih membandel parkir di kawasan tersebut.

Namun sosialisasi dan penertiban larangan parkir bagi pemilik kendaraan, tidak diikuti dengan penertiban juru parkir, yang masih beroperasional bebas di hadapan petugas Dishub yang berada di lokasi.

Terlihat jukir masih dengan santainya mengambil uang parkir dan mengatur keluar masuknya kendaraan serta memungut retribusi di hadapan puluhan petugas dari Dishub Kota Palembang, Kamis (12/7/18).

 Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan, Pengendalian dan Operasional (Wasdalops), Martha Edison menerangkan, sosialisasi hari ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) terkait negatif parkir di badan jalan mulai dari akses jalan Bandara sampai JSC.

"Hari ini kita mulai sosialisasi dan menertibkan kendaraan yang masih membandel. Karena mulai hari ini tidak ada lagi parkir kecuali di kantong-kantong parkir yang kami sediakan," ungkapnya.

Terkait masih ada jukir yang beroperasional, Martha memastikan jika itu adalah ilegal. Tidak ada lagi izin bagi jukir di sepanjang jalan Sudirman.

"Kami akan tindak tegas jika memang masih ada. Hari ini kami sosialisasikan dulu, tapi jika masih membandel maka akan kita tangkap dan serahkan ke pihak kepolisian. Karena itu sama dengan pungli dan pemerasan, jadi ada sanksi pidana," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Palembang, Kurniawan menerangkan, tidak ada lagi parkir yang berada di pinggir jalan, terutama yang menggunakan badan jalan.

"H-3 kedatangan Presiden sampai pelaksanaan Asian Games, parkir dari Bandara sampai JSC kita tutup," terangnya.

Kurniawan mengatakan, penutupan parkir di tepian jalan memang sudah sesuai dengan habisnya masa izin parkir yang diberikan Dishub.

"Selain kita berikan himbauan, kita juga tidak memperpanjang izin mereka. Jadi saat kedatangan Presiden, area di sepanjang Bandara-JSC steril dari juru parkir," ungkapnya.

Untuk jukir yang biasa beroperasi di kawasan tersebut, Kurniawan akan mencari lahan baru pengganti lahan parkir yang dilarang.

"Ada 64 titik parkir yang kita tutup, dan ini akan kita carikan penggantinya. Bahkan, rencananya jukir lama akan kita berdayakan di kantong parkir yang disediakan INASGOC," jelasnya.

Sebagai pengganti lahan parkir yang ditutup, khususnya di kawasan Sudirman, pengendara bisa memarkirkan kendaraannya di kantong parkir yang disediakan. Seperti di bawah Jembatan Ampera, Masjid Agung, jalan Kolonel Atmo dan Internasional Plaza (IP).

"Kami akan koordinasikan ke pengelola parkir IP. Karena disana memiliki lahan parkir cukup luas dan kosong," ulasnya.

Jika masih ditemukan kendaraan yang parkir di tepian jalan mulai dari Bandara-JSC, maka akan dilakukan penindakan tegas sesuai aturan.

"Jika ada yang menawarkan parkir di tepian jalan mulai dari Bandara-JSC, maka itu adalah parkir liar dan akan ada tindakan, termasuk jukir yang masih beroperasi di kawasan tersebut," tandasnya. (Saft)