Tersangka Ridwan alias Rido terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat diminta menunjukan lokasi salah satu tersangka

Tersangka Ridwan alias Rido terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat diminta menunjukan lokasi salah satu tersangka
Mediasriwijaya.com/Ly

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Satu tersangka Ridwan alias Rido (42) warga Desa Batu Gajah Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Muratara, karena melawan saat diminta petugas menunjukan lokasi keberadaan salah satu tersangka, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas petugas Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Jumat (16/11/18).

Tim gabungan dari Unit 3 dan 5 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sumsel, dibawa pimpinan langsung Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara, yang masih melakukan pencarian terhadap satu tersangka lagi yang berinisial 'Ak' (DPO) dan barang bukti satu unit mobil korban yang masih berada di wilayah Padang Sumatera Barat, berhasil ditemukan oleh tim pencari mobil korban (16/11/18), yang kini masih dalam perjalanan pulang, dan di bawa pulang menuju gedung Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Tersangka Ridwan, yang hanya tamatan Sekolah Dasar ini, terpaksa ditembak sebanyak 4 lubang di kaki kanan dan kiri. Oleh petugas tersangka Ridwan dibawa menuju UGD RS Bhayangkara Palembang, untuk dilakukan tindakan medis.

Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara. Pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif, dari tanggal 30 Oktober hingga saat ini. Dari hasil ungkap kasus berhasil menangkap 3 tersangka.

"Tersangka yang kita amankan itu ada 3, dengan inisial RD, tersangka FR dan tersangka AC, termasuk mobil korban sudah kita temukan tergeletak di pinggir jalan di perbatasan Kerinci Padang, dan saat ini masih dalam perjalanan pulang ke Palembang,” ungkap AKBP Yoga Baskara.

Para tersangka menghabisi nyawa korban Sofyan (43) bapak empat anak ini, dikatakan Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Sumsel, jika murni perampokan yang sudah direncanakan.

 "Ini murni ini dilakukan pencurian dengan kekerasan, dan memang tersangka sempat memilih- milih korban, dari hasil penyelidikan tersangka ini sempat memilih empat atau lima target, sehingga disimpulkan mobil Sigra adalah target yang potensial, karena menjual mobil lebih cepat dan murah" jelasnya.

Masih kata AKBP Yoga,mobil korban jenis Daihatsu Sigra Type R Matic telah dijual para tersangka. "Untuk mobil korban Sigra dijual seharga 22.500 juta, yang dibagi empat, di mana tersangka AK dan RD lah yang menerima bagian paling besar" terangnya.

Untuk tersangka FR dan AC dikatakan AKBP Yoga, keduanya dalam melaksanakan tugas dibawa tekanan, keduanya diancam oleh kedua tersangka AK dan RIdwan."mereka berdua ini dalam tekanan, jika tidak mau melakukan akan dibunuh oleh AK dan RD, sehingga mereka terpaksalah" ujarnya.(Ly)