Siswa Aktif? Guru Lebih Kreatif dan Inovatif

Siswa Aktif? Guru Lebih Kreatif dan Inovatif
Siswa Aktif (MEDIASRIWIJAYA.COM/Net)

MEDIASRIWIJAYA.COM - Fenomena generasi millenial yang sedang kita hadapi saat ini merupakan sebuah fenomena yang menjadi tantangan bagi kita, khususnya bagi guru dan calon guru yang akan mendidik anak-anak bangsa dalam mnghadapi tantangan masa depan. Untuk menjawab tantangan di masa depan tersebut, guru di masa mendatang harus dapat melakukan literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia dalam segala aspek kehidupannya, terutama dalam proses mendidik siswanya.

Di era millenial ini dimana semua dilakukan dengan melibatkan teknologi dan jaringan internet, seorang guru zaman now harus mampu mengikuti perkembangan tersebut. Karena tidak dipungkiri bahwa siswa bisa lebih pintar atau lebih dahulu tahu sebuah informasi yang dapat dengan mudah diakses oleh siswa hanya melalui internet saja.

Oleh karena itu sebagai seorang calon pendidik harus siap menghadapi tantangan tersebut dengan aktif mengembangkan kapasitas pedagogis dan kompetensinya, sehingga guru tidak perlu takut posisinya digantikan oleh teknologi.

Karena peran sebagai motivator tidak bisa digantikan oleh teknolologi, menginspirasi dan memotivasi siswa sehingga siswa mampu menemukan minat, bakat dan talentanya, serta menjadikan berkembang menjadi pembelajar yang mandiri adalah guru yang bisa melakukannya.

Sebagai seorang guru kita juga harus bisa memposisikan diri sebagai fasilitator dan mediator yang mendorong dan mengarahkan siswa untuk dapat mengembangkan ilmu pengetahuannya sendiri dengan cara yang baik dan benar. Ini merupakan esensi dari kurikulum nasional sekarang yang berupaya menghidupkan pemikiran kritis anak-anak melalui model-model pembelajaran.

Guru harus mampu menghidupkan pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi bermakna dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai. Pembelajaran yang melibatkan siswa menjadikan siswa-siswa aktif. Seorang guru harus kreatif dan inovatif dalam merancang sebuah pembelajaran sehingga dapat menarik minat siswa untuk terus belajar dan tidak menjadikannya bosan tetapi membuat pembelajaran yang lebih asik.

 Oleh karena itu saya Mahasiswa dari UIN Raden Fatah akan membagikan pengalaman mengajar dengan salah satu model pembelajaran. Mengajar dengan model pembelajaran yang saya terapkan di salah satu SD di kota Palembang tersebut membuat saya mengerti esensi dari pentingnya bagi seorang guru untuk menguasai model pembelajaran yang dirancang dengan baik.

Adapun model yang saya terapkan adalah pembelajaran berbasis konteks atau CTL (Contectual Teaching and Learning). Dengan menerapkan model tersebut saya dapat melihat respon siswa yang aktif dan dapat mengikuti pembelajaran sesuai dengan yang saya rencanakan, ekspresi siswa yang tanggap dalam menjawab pertanyaan, berkompetisi dan berdiskusi dengan apik membuat kesenangan tersendiri bagi seorang guru.

Selain menerapkan sebuah model pembelajaran, seorang guru harus peka terhadap keadaan siswa yang mulai bosan dalam belajar. Jadi guru dapat menyelipkan sebuah ice breaking yang sesuai dengan materi dalam proses pembelajaran sehingga akan membangkitkan semangat baru bagi siswa dan mampu membangun kebermaknaan yang baru lagi.

Dengan hal tersebut pada kesempatan yang saya dapatkan untuk mengajar di sebuah sekolah tersebut tidak saya sia-siakan sehingga saya menerapkan ice breaking dan games yang menarik untuk membangkitkan minat belajar siswa.

Hal tersebut sangat penting karena sejatinya seorang guru harus mampu melakukan yang terbaik demi menciptakan generasi emas di masa depan.

 

Erita Rahmaniar (1710201016)

PGMI 1 2017

UIN Raden Fatah Palembang