Sayangi Anak, Niatkan untuk Memberikan ASI agar Bayi Lebih Baik

Sayangi Anak, Niatkan untuk Memberikan ASI agar Bayi Lebih Baik
(Foto elmina.id)

MEDIASRIWIJAYA.com - Selama ini, banyak ibu muda yang terpaksa tidak memberikan air susu ibu atau ASI karena berbagai faktor yang menjadi rintangan tak bisa memberikan asupan terbaik anak tersebut.

Akibat tidak menyusui banyak ibu muda yang merasa bersalah bahkan frustrasi karena makanan terbaik anak yang baru dilahirkannya tidak bisa diberikan.

Dilansir dari republika.co.id, penelitian baru membuktikan hanya niat untuk menyusui saja memberikan hasil yang lebih baik untuk bayi. Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Population Health menemukan bahwa niat seorang ibu untuk menyusui bahkan jika dia tidak benar-benar menyusui bisa menjadi faktor penting dalam kesehatan bayinya.


Studi yang dipimpin oleh peneliti Jessica Su, PhD dari Departemen Sosioligi University of Buffalo dan Kerri Raissian, asisten profesor di Departemen Kebijakan Publik, University Connecticut menganalisis data dari 2.005 bayi Studi Praktek Feeding II.

Dirancang oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, penelitian ini berisi tanggapan 1.008 wanita yang menjawab survei selama trimester ketiga mereka. Serta hampir setiap bulan selama tahun pertama kehidupan anak mereka.

Selama kehamilan trimester ketiga mereka, 65 persen ibu yang disurvei mengatakan mereka berniat menyusui, sementara 35 persen mengatakan mereka tidak. 

Tetapi dua bulan setelah kelahiran, angka-angka itu hampir terbalik: 40 persen ibu menyusui, tapi 60 persen ibu tidak menyusui.

Dengan kata lain, semua ibu yang tidak pernah berniat menyusui tidak melakukannya, tetapi dua bulan setelah kelahiran, hampir 25 persen ibu yang ingin menyusui juga tidak melakukannya.

Para peneliti kemudian memeriksa data hasil kesehatan dari semua bayi dalam penelitian. Apa yang mereka temukan adalah bahwa setelah dua bulan, bayi dari ibu yang ingin menyusui tetapi ternyata tidak, memiliki hasil kesehatan yang sama dengan ibu yang benar-benar menyusui. 

Hal ini berdasarkan pemeriksaan infeksi telinga, virus pernapasan syncytial (RSV), dan jumlah antibiotik yang dibutuhkan. Dengan kata lain, kesehatan bayi yang ibunya ingin menyusui lebih seperti ibu yang benar-benar menyusui  yang menurut para peneliti adalah temuan penting. (net)