Sambut Jokowi Parkir Tepian Jalan Ditutup

Sambut Jokowi Parkir Tepian Jalan Ditutup
(instagram/net)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Jelang kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi), seluruh area parkir di sepanjang jalan mulai dari akses Bandara SMB II sampai Jakabaring Sport City (JSC) ditutup. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kurniawan, Rabu (11/7/18).

Kurniawan menerangkan, H-3 kedatangan Presiden RI Jokowi, tidak ada lagi parkir yang berada di pinggir jalan, terutama yang menggunakan badan jalan.

"H-3 kedatangan Presiden Jokowi dan rombongan, dari Bandara sampai JSC kita tutup," terangnya.

Kurniawan mengatakan, penutupan parkir di tepian jalan memang sudah sesuai dengan habisnya masa izin parkir yang diberikan Dishub.

"Selain kita berikan imbauan, kita juga tidak memperpanjang izin mereka. Jadi saat kedatangan Presiden Jokowi, area di sepanjang Bandara-JSC steril dari juru parkir," ungkapnya.

Selain untuk menyambut kedatangan Presiden, penertiban parkir juga dilakukan untuk memberikan kenyamanan pengendara, khususnya yang melintas di jalan Jenderal Sudirman (Sudirman Walk).

"Jadi larangan parkir ini akan dipermanenkan sampai Asian Games, bahkan bisa jadi selamanya," ucapnya.

Untuk juru parkir (jukir) yang biasa beroperasi di kawasan tersebut, Kurniawan akan mencari lahan baru pengganti lahan parkir yang dilarang.

"Ada 64 titik parkir yang kita tutup, dan ini akan kita carikan penggantinya. Bahkan, rencananya jukir lama akan kita berdayakan di kantong parkir yang disediakan INASGOC," jelasnya.

Sebagai pengganti lahan parkir yang ditutup, khususnya di kawasan Sudirman, pengendara bisa memarkirkan kendaraannya di kantong parkir yang disediakan. Seperti di bawah Jembatan Ampera, Masjid Agung, jalan Kolonel Atmo dan Internasional Plaza (IP).

"Kami akan koordinasikan ke pengelola parkir IP. Karena di sana memiliki lahan parkir cukup luas dan kosong," ulasnya.

Jika masih ditemukan kendaraan yang parkir di tepian jalan mulai dari Bandara-JSC, maka akan dilakukan penindakan tegas sesuai aturan.

"Jika ada yang menawarkan parkir di tepian jalan mulai dari Bandara-JSC, maka itu adalah parkir liar dan akan ada tindakan, termasuk jukir yang masih beroperasi di kawasan tersebur," kata Kurniawan.(saft)