Residivis Penggelapan dan Pencurian Sepeda Motor di Kawasan GSJ Keok “DiDor” Polisi

Residivis Penggelapan dan Pencurian Sepeda Motor di Kawasan GSJ Keok “DiDor” Polisi
Residivis Pencurian Sepeda Motor Dedi Di Iterogasi Kapolsek Plaju AKP Rizka Aprianti, SIk saat ungkap kasus Senin (17/9)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Dengan raut muka meringis menahan rasa sakit di kedua kaki akibat terjangan peluru petugas saat akan melarikan diri dari sergapan petugas kepolisian, Dedi Susanto (30) warga Jl Kapten Robani Kadir Kelurahan Talang Putri Kecamatan Plaju tak bisa lagi berkutik saat petugas unit reskrim Polsek Plaju pimpinan Ipda M Uzir menyergapnya di dalam angkot, Minggu (15/9) malam lalu sekitar pukul 19.00 WIB.

Namun, tersangka yang kaget berupaya kabur dengan cara loncat dari atas angkot. Tak ingin buruannya yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) ini petugas terpaksa melumpuhkan tersangka yang ditembak di kedua kakinya hingga tersungkur. Melihat kondisinya yang banyak mengeluarkan darah saat itu juga tersangka langsung dibawa ke RS Muhammadiyah guna mengobati lukanya. Tersangka diburu atas laporan dari korban Eriyansyah alias Erik (22) warga Jl Kapten Robani Kadir Plaju dengan tuduhan penggelapan sepeda motor.

Saat ditangkap dari dalam saku celananya petugas menemukan sebuah benda mirip kunci T untuk membongkar sepeda motor layaknya pelaku pencurian sepeda motor. Saat diinterogasi petugas, tersangka akhirnya mengaku ikut terlibat dalam sejumlah aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polsek Plaju dan sekitarnya.

"Ini kunci yang sudah dimodifikasi buat membuka kunci motor matik, di dalamnya ada magnet makanya bisa dengan mudah dibuka," cetus tersangka di Mapolsek Plaju, kemarin (17/9). Adapun sepeda motor Jupiter MX milik korban yang digelapkan bersama tersangka Sonen (sudah tertangkap) dijual ke seorang penadah berinisial E seharga Rp1,5 juta. "Kalau bersama Sonen sudah dua kali sebelumnya juga pernah maling motor di Kalidonu tapi bisa didamaikan.

Uangnya habia buat belu narkoba dan berfoya-foya," ungkap tersangka Dedi yang sehari-harinya berprofesi sebagai sopir bus kota ini sembari meringis menahan sakit, Senin (17/9). Tersangka juga seorang residivis kasus pencurian tabung gas di tahun 2012 dan sempat mendekam di penjara selama delapan bulan lamanya akibat kasus tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Plaju AKP Rizka Aprianti, SIk saat ungkap kasus Senin (17/9) menjelaskan jika aksi tersangka ini sudah cukup meresahkan termasuk kerap menyatroni sepeda motor yang tengah di parkir di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ). "Kita yakin tersangka ini sudah sering melakukan tindak pencurian kendaraan roda dua meski dari pengakuannya baru dua kali.

Modus tersangka juga terbilang lama dengan bantuan kunci t yang sudah di modifikasi sedemikian rupa," Tutup Rizka didampingi Kanit Reskrim Polsek Plaju , Ipda M Uzir,.(fdl)