Perizinan Berbelit-belit Hambat Investasi

Perizinan Berbelit-belit Hambat Investasi
Diseminasi Hasil Penelitian Laporan Antara Simplikasi Regulasi Daerah Bidang Perizinan dan Investasi di Provinsi Sumsel di Hotel Exelton,  Senin (19/11/18). (MEDIASRIWIJAYA.COM/Yanti)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Diseminasi Hasil Penelitian Laporan Antara Simplikasi Regulasi Daerah Bidang Perizinan dan Investasi di Provinsi Sumsel Kerjasama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan Fakultas Hukum Unsri digelar di Hotel Exelton,  Senin (19/11/18).

Koordinator Ketua Tim Peneliti Prof Dr Joni Emirzon mengatakan,  acara ini adalah melakukan evaluasi dan analisis simplikasi regulasi daerah bidang perizinan dan investasi di Provinsi Sumsel. "Provinsi Sumsel dan Sulsel terpilih sebagai percontohan Bapenas menggunakan metode simplikasi. Karena selama ini kesan perizinan investasi waktunya panjang,  berbelit belit sehingga investor enggan datang.  Dengan adanya metode ini diharapkan dapat menggaet investor sebanyak mungkin untuk meningkatkan perekonomian, " ujarnya. 

Peserta yang hadir di acara ini,  lanjut Joni, dari Fakultas Hukum Unsri,  pelayanan satu pintu,  Pemprov Sumsel, dan  Kadin. 

"Kegiatan ini kerjasama Bapenas dan Unsri. Selama ini Bapenas hanya bekerjasama dengan Pemda. Tapi untuk kali ini kita Unsri dilibatkan, " ucapnya.

Melalui kegiatan ini,  sambung Joni,  akan membenahi regulasi.  "Investasi kita kalah dengan negara lain.  Sebagai contoh,  di  Singapura pengurusan izin satu hari selesai.  Kalau di Indonesia dulu perizinan 3 bulan baru selesai,  sekarang bisa 14 hari sudah selesai. Kedepan perizinan bisa lebih cepat tapi tidak melanggar aturan, " bebernya. 

Joni mengungkapkan, diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat membantu Pemda membuat peraturan sederhana dan tidak berbelit belit. "Kita berharap peraturan yang dibuat lebih optimal," katanya.  (Yanti)