Perahu  "Ketek" Mulai ditinggalkan Penumpang

Perahu  "Ketek" Mulai ditinggalkan Penumpang
Serang Perahu Ketek, Sudirman (Foto Mediasriwijaya.com/M.Asyik)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Perahu kayu atau ketek yang telah menjadi moda transportasi sungai di Kota Palembang sejak ratusan tahun lalu, kini mulai ditinggalkan penumpang.

Salah seorang serang perahu ketek, Sudirman, di Palembang, Sabtu (17/11) mengatakan telah 28 tahun mengemudi ketek di perairan Sungai Musi dan saat ini pengguna jasa transportasi sungai itu terus menurun.

"Akibat berkurangnya pengguna jasa transportasi tersebut, pendapatan juga sangat minim, hanya sekitar Rp30 ribu saja per hari," katanya.

Dia menambahkan, meskipun kini penumpang tidak lagi ramai tetapi tarifnya tetap tidak berubah sejak dulu Rp5.000 per orang.

Biasanya, penumpang dari Seberang Ilir kawasan Pasar 16 Ilir menuju wilayah 10 Ulu atau sebaliknya, dan dulu pendapatan dari pengemudi ketek mencapai Rp70 ribu per hari, tambahnya.

Ia mengharapkan, pihak terkait membantu mereka untuk mengajak masyarakat kembali menggunakan jasa transportasi ketek, untuk melayani penyeberangan di tepian Sungai Musi. Begitu juga, dengan perahu wisata hendaknya bukan hanya menggunakan angkutan yang disiapkan pemerintah tetapi juga perahu tradisional milik masyarakat.

Khusus untuk, angkutan wisata, dia mengakui kalau dulu bisa disewa sampai Rp300 ribu menuju Pulau Kemaro tetapi kini sejak maraknya kapal-kapal wisata, jarang sekali mendapat penumpang berwisata sungai, katanya.

Sebelumnya, pemkot setempat sejak beberapa tahun lalu telah melakukan pembinaan terhadap serang atau pengemudi perahu ketek terkait dengan upaya menyediakan sarana transportasi yang aman dan nyaman.

Ketersediaan alat pelindung keselamatan, seperti life jacket dan pelampung menjadi syarat mutlak bagi perahu kayu yang ingin terus melayani penumpang di perairan Sungai Musi.(yik/ne)