Penyimpanan Arsip Jangan Dianggap Sepele 

Penyimpanan Arsip Jangan Dianggap Sepele 
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palembang (MEDIASRIWIJAYA.COM/Yanti)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palembang menggelar Sosialisasi Jadwal Retensi Arsif (JRA)  Substansif 13 Urusan dan Tata Cara Penyusutannya dengan tema Kita Tingkatkan Pengelokaan Kearsipan Menuju Palembang Emas Darusslam Tahun 2023 di Hotel Swarna Dwipa,  Rabu (7/11/18).

Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan  Kota Palembang Gunawan mengatakan tujuan sosialisasi ini adalah agar kearsipan OPD di Kota Palembang semakin baik.  "Kita  melakukan pembinaan agar pengelolaan arsip dengan baik. Peserta sosialisasi ini adalah dari OPD, " ujarnya.  

Asisten III Pemkot Palembang Agus Kelana mengatakan menertibkan kearsipan ini untuk mendukung visi dan misi Walikota Palembang. Bahkan dalam UU Nomor 43 tahun 2009, Dinas Kearsipan adalah lembaga yang wajib mengelola arsip statis. Setiap perangkat daerah diwajibkan tertib arsip. Apalagi kita ketahui, menghasilkan arsip yang cukup banyak.  Padahal tugas Dinas Arsip ini cukup berat," katanya. 

Menurut Agus,  arsip ini perlu di masing-masing OPD.  Melalui sosilisasi ini,  diberitahu ilmunya tata cara untuk seluruh OPD dan mereka harus memperhatikan itu, " ujarnya. 

Bahkan lanjut Agus,  berdasarkan PP 28 Tahun 2012 akan ada sanksi bagi yang tidak tertib dalam kearsipan. "Di Indonesia semakin tertib,  kalau tidak diatur maka dianggap biasa-biasa saja.  Sebagai contoh,  arsip Jembatan Ampera ada di Jepang.  Arsip bangunan seperti bangunan itu harus jelas, " katanya. 

Ke depan, lanjut Agus,  penyimpanan arsip ini akan menggunakan kemajuan IT dengan sistem SIKD.  "Sekarang ini kemajuan teknologi sudah semakin canggih,  terutama pelayanan untuk masyarakat.  Penyimpanan arsip itu ke depan juga akan menggunakan IT.  Masing-masing OPD harus memperhatikan personilnya untuk mengurus arsip karena arsip ini ada yang statis dan dinamis. Bahkan,  yang sudah diperiksa BPK juga harus tertib penyimpanannya karena saat dibutuhkan lagi bisa mudah dicari, "katanya.  

Agus berharap ke depan ASN lebih tertib arsip.  "Mudah- mudahan ke depan, di dinas itu pengelolaan arsip jangan dianggap sepele.  Harus kita siapkan, tugas di arsip itu tidak sambilan. Kami berpesan agar teman - teman tekun mengikuti sosialisasi ini.  Apalagi peraturan Walikota ini baru diterbitkan untuk mengelola arsip dengan baik," katanya. (Yanti)