Penjual Jamu Terciduk Jual Lem Aibon

Penjual Jamu Terciduk Jual Lem Aibon
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang menggeledah pedagang jamu di Bundaran Air Mancur (BAM) yang menjual lem aibon kepada anak-anak. (saft)
Penjual Jamu Terciduk Jual Lem Aibon
Penjual Jamu Terciduk Jual Lem Aibon

PALEMBANG,  MEDIASRIWIJAYA.com - Bukannya menjual jamu untuk kesehatan. Pedagang jamu yang berjualan di depan Bundaran Air Mancur (BAM) bernama Chandra, justru merusak generasi muda dengan menjual lem aibon kepada anak-anak untuk teler.

Laporan itupun sampai ke telinga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang, dan langsung bergerak cepat mengambil tindakan tegas terhadap pedagang jamu tersebut hari ini, Rabu (18/7/18).


Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang menggeledah pedagang jamu di Bundaran Air Mancur (BAM) yang menjual lem aibon kepada anak-anak. (saft)

Kepala Satpol PP Kota Palembang, Alex Fernandus melalui Kasi Pengawalan dan Kesamabtaan, Budi Norma menjelaskan didapati puluhan kantong lem aibon, dua orang pembeli di bawah umur yang sudah teler dan penjual bernama Chandra.

"Sebelumnya kita mendapat laporan warga jika penjual jamu didepan BAM menjual lem aibon untuk mabuk-mabukan. Pembelinya hampir sebagian anak di bawah umur. Hari ini kebetulah kita kembali mendapat laporan dan mendapati dua anak di bawah umur sedang teler setelah membeli lem aibon dari warung jamu tersebut," terangnya.

Dari hasil tersebut, didapati keterangan jika anak-anak tersebut sudah menjadi langganan penjual jamu tersebut untuk membeli lem aibon bersama teman-temannya.

"Dua anak anak di bawah umur yang sedang kedapatan menghisap lem aibon, kita bawa ke Dinas Sosial untuk mendapat pembinaan dan penjual kita bawa ke kantor Satpol PP untuk diteruskan ke pihak Kepolisian," ujarnya.


Dua anak anak di bawah umur yang sedang kedapatan menghisap lem aibon. (saft)

Untuk mengantisipasi hal ini tidak terulag lagi ke depannya, dagangan disegel sampai waktu yang tidak ditentukan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tegas dan efek jera bagi yang lain untuk tidal berjualan barang-barang terlarang seperti minuman keras dan lem aibon yang sering disalahgunakan.

"Kita tunggu keputusan polisi apakah ada unsur pidananya atau pembinaan. Yang jelas kami memberikan sanksi tegas  bagi siapa saja mengganggu ketenteraman masyarakat dan berusaha merusak generasi muda seperti hari ini," tandasnya. (saft)