Pemkot Ajak Sinergitas Segala Elemen Cegah Paham Radikal Bebas

Pemkot Ajak Sinergitas Segala Elemen Cegah Paham Radikal Bebas
madiasriwijaya.com.saft

MEDIASRIWIJAYA.COM, PALEMBANG -  Paham dan narasi radikal telah menyebar di berbagai lini kehidupan masyarakat seperti sekolah, kampus, lembaga keagamaan, dan masyarakat. Untuk itu, Sekretaris Daerah (Sekda), Harobin Mustofa atas nama pemerintah kota (Pemkot) Palembang mengajak sinergisitas berbagai elemen untuk menangkal ancaman radikalisme agar tidak meluas.

(madiasriwijaya.com.saft)

Demikian diungkapkannya usai membuka seminar sinergisitas penanganan ancaman nonmiliter di Provinsi Sumsel, Palembang khususnya, Rabu (10/10/18) di gedung AEKI Palembang di Jalan Diponegoro Palembang. "Fenomena radikalisme ini sudah banyak terjadi dan kita mengajak agar nonmiliter dapat bersama-sama meminimalisasi kondisi ini," ujar Harobin.

Ke depan lanjut Harobin, untuk mempersempit ruang gerak paham dan narasi radikal di kalangan nonmiliter, baik itu Perguruan Tinggi (PT), komunitas, pemerintah dan lainnya harus dilakukan terpadu baik di level kebijakan pemerintah, kebijakan kampus, kurikulum, penguatan bela negara, dan kegiatan mahasiswa," jelasnya.

Senada diungkapkan Prof Dr Alfitri M.Si, pakar penanganan ancaman nonmiliter. Ia mengatakan, penanggulangan harus dilakukan mulai dari terorisme melalui soft approach dengan cara mengeringkan kolam, otomatis ikan dan komunitas lainnya tidak dapat beraksi dan berbuat anarkis.

Selain itu diperlukan implementasimelalui sistem pendidikan, iklim politik, kondisi ekonomi, nuansa sosial budaya, doktrin ideologi, lingkungan masyarakat dan pengaruh dunia. "Alhamdulillahnya iklim politik yakni pilkada Kota Palembang dan Sumsel aman. Tinggal bagaimana ke depan apa yang kita percaya kita dukung atau dorong," katanya.

(madiasriwijaya.com.saft)

Ke depan sambungnya, terus bersinergi dalam menangkal radikalisasi, salah satunya dengan sinergitas BNPT dan kementerian agama, kemitraan, rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, PT negeri dan swasta, sekolah, awak media, komunitas dan masyarakat. "Kita perlu membentuk tim terpadu yang semua elemen ada didalamnya, supaya lebih peka dalam mengantisipasi adanya radikalisme," imbuhnya. (Saft)