Pedagang Tunggu Jawaban Gubernur Tanggal 12 Januari

Pedagang Tunggu Jawaban Gubernur Tanggal 12 Januari
Surat edaran Gubenur Sumatera Selatan No 551/0462/Dishub/2018 tanggal 28 Februari 2018 (MEDIASRIWIJAYA.COM/Ly)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Keluh kesah pengusaha atau pemilik ruko, sejak hadirnya Surat Edaran Gubenur Sumatera Selatan No 551/0462/Dishub/2018 tanggal 28 Februari 2018. Tentang dalam rangka penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, serta untuk menjaga kelancaran lalu lintas, diambil langkah dimana pelarangan parkir kendaraan R2 dan R4 salah satunya Jalan Sudirman, dinilai mematikan usaha.

Sepanjang Jalan Sudirman tepatnya lokasi pedestarian, tampak beberapa nyaris puluhan toko tutup, dikarenakan omzet pendapatan menurun, bukan hanya itu ada pemilik ruko kini hanya memiliki satu karyawan saja sementara yang lain diistirahatkan.

"Surat Edaran inilah yang dimanfaatkan mereka (Petugas Dinas Perhubungan-red) sampai sekarang, kita hanya minta kebebasan parkir saja, coba lihat di toko saya omzetnya mengalami penurunan sekitar 60-70%, biasanya orang gunting rambut sekitar 25 hingga 30 orang, sekarang dapat satu dua saja sudah susah" ungkap Syahril Aziz Ketua Persatuan Pemilik Pengguna Pemakai Ruko atau Pelaku Usaha Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Rabu (9/1).

 Beberapa ruko yang tutup di sepanjang jalan sudirman (MEDIASRIWIJAYA.COM/Ly)

Masih dikatakan Syahrial karena mereka minta lokasi parkir. Larangan ini sejak Asian Games dan sejak adanya Surat Edaran tersebut. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil perundingan dengan jajaran Polresta Palembang, jika sampai tanggal 12 Januari tidak ada jawaban dari pihak gubenur, rombongan akan membuat surat ke Ombudsman dan kembali turun ke jalan.

"Jika tanggal 12 Januari ini tidak ada jawaban dari gubenur, kita akan langsung buat surat ke Ombudsman, jika tidak ada tanggapan kita akan demo lagi. Mudah mudahan dari Kapolresta tadi ada jawabannya kita tidak mau masalah ini berlarut-larut" harapnya.

Hal senada juga disampaikan Malik, salah satu pengusaha di kawasan Sudirman, mengakui jika hadirnya Surat Edaran tersebut membuat usaha yang dirintisnya 'mati'.

"Kalau saya bilang tinggal tunggu matinya saja, jika 6 bulan saja sudah 80% omsetnya turun, kalau 6 bulan lagi habislah, yang pasti kita bangkrut coba lihat saja banyak toko yang tutup, toko yang dijual, ruko yang disewakan ada juga yang kabur tidak mau memperpanjang sewa ruko, omset itu sudah habis Kalau turun dari bulan Juli dan Agustus kemarin." Jelasnya.(Ly)