Partisipasi Pemuda di Politik Masih Rendah

Partisipasi Pemuda di Politik Masih Rendah
Seminar Nasional dengan Tema Transformasi Demokrasi Di Era Digital di Aula Pasca Sarjana,  Senin (12/11/18) (MEDIASRIWIJAYA.COM/Yanti)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Seminar Nasional dengan Tema Transformasi Demokrasi Di Era Digital di Aula Pasca Sarjana,  Senin (12/11/18). Ketua Panitia Fajar mengatakan, kegiatan ini dalam rangka membahas permasalahan sekarang yakni era transformasi demokrasi di era digital. Sekarang revolusi 4.0 maka arus digital tidak terbendung lagi. Informasi cepat sekali tersebar. 

"Pada 2019 ada pesta demokrasi Pilpres dan Pileg, kondisi sekarang berbeda dengan tahun sebelumnya. Kami berinisiatif menggelar seminar masalah transfromasi demokrasi di era digital," ujarnya. Fajar menjelaskan,  tujuan seminar ini adalah membahas isu-isu di era digital dan peran media di era digital.  

Ketua Prodi Magister Sosiologi Unsri M Ridho Taqwa mengatakan, seminar nasional ini   dilakukan setiap 2 tahun sekali. 

Saat ini medsos sharing informasi sekarang beda dengan zaman dulu.  Sekarang informasi sangat cepat tersebar, ini tentu mempengaruhi demokrasi," katanya. 

Salah seorang Penelis Dosen Sosiologi Politik UGM Prof Dr Sunyoto Usmar MA mengatakan,  Indonesia urutan keenam dunia penguna internet.  Ini luar biasa,  sudah hampir tidak pernah lepas dari hanphone dan internet. Diperkirakan diseluruh dunia lebih dari 3 miliar orang pengguna internet.  Orang yang belajar sosiologi,  pengguna internet ini adalah masyarakat baru yakni masyarakat maya. Dulu ahli sosilogi mengembangkan terorinya dari masyarakat nyata.  

"Ini jadi tantangan besar,  teori sosiologi yang lama tidak terpakai lagi.  Karena ada peradapan baru.  Literatur sudah banyak tentang masyarakat maya.  Tapi kurikulum atau silabus kita kurang yang membahas masyarakat maya.Sekarang ada macam-macam cyber. Kalau tidak belajar ini bisa ketinggalan," bebernya. 

Sunyoto menjelaskan,  berdasarkan studi bagaimana anak -anak muda berpartispasi politik. Partisiasi anak muda untuk politik itu masih rendah.  Karena mereka lebih suka berada di mall.  Masalah kebanggaan itu tereduksi,  tidak lagi bangga dengan bangsa,  dan daerahnya. "Anak-anak muda saat ini relatif rendah akses terhadap politik di dunia politik," ucapnya. 

Menurut Sunyoto,  di era digital ini dibagi menjadi tiga bagian yakni pertama kalangan optimistis mereka percaya diuntungkan menggunakan internet untuk memperoleh dukungan politik. Kedua ada kalangan pesimis juga yang menganggap internet tidak begitu berperan. Sedangkan kalangan ketiga adalah kalangan skaptis, yanh menganggap ada  dan tidak internet itu sama saja.  

Asisten III Bidang Admistrasi Pemprov Sumsel Prof Dr Eduar Juliartha mengatakan,  pemimpin lokal dan nasional harus memberikan contoh yang baik. " Jangan pernah lelah mencintai Indonesia, berbuat yang terbaik untuk bangsa, " katanya.  (Yanti)