Merasa Telah Ditipu Rp 1.3 Miliar, Bos Amik Bina Sriwijaya Laporkan SY ke Polisi

Merasa Telah Ditipu Rp 1.3 Miliar, Bos Amik Bina Sriwijaya Laporkan SY ke Polisi
Kuasa Hukum Irian Nasri Owner Bina Sriwijaya, Mustadi Hartono Memberikan Keterangan Kepada Rekan Media Saat Membuat Laporan Diruang Piket SPKT Polresta Palembang Selasa Siang (25/9)

PALEMBANG. MEDIASRIWIJAYA.com - SY (40) Seorang oknum advokat di kota Palembang harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran setelah dia dilaporkan oleh Irian Nasri (43) warga Jl May Salim Batubara Lrg. Muslimin Kelurahan 20 Ilir Kecamatan IT I karena telah ingkar janji mengembalikan uang sebesar lebih kurang Rp1,3 miliar.  Ia tak kunjung mengembalikan. Melalui kuasa hukumnya, Adv. Mustadi Hartono (43), korban akhirnya melaporkan SY ke SPKT Polresta Palembang, Selasa siang (25/9/18).

Kuasa hukum Irian, Mustadi mengatakan kepada petugas SPKT bahwa tindak penipuan dan penggelapan yang sudah dialami kliennya tersebut yang juga selaku owner lembaga pendidikan AMIK Bina Sriwijaya ini sudah terjadi pada tangga 3 Maret 2017 silam. Pada saat itu, terlapor mendatangi pelapor di rumahnya, dengan maksud untuk meminjam uang senilai Rp1,3 miliar untuk dipergunakan membangun lapangan basket dan bulutangkis yang berlokasi di Tegal Binangun Kelurahan Plaju Darat Kecamatan Plaju dekat dengan Kampus AMIK Bina Sriwijaya (Binas). "Pas saat itu dia (terlapor) datang ke rumah klien kami karena mereka sebelumnya memang sudah saling mengenal dan berteman lama. Dan pada akhirnya klien kami tersebut sepakat dan berjanji untuk memberikan pinjaman sejumlah uang yang diminta oleh terlapor," ungkap Mustadi.

Pada 3 Maret 2017 bertempat di Bank Bukopin Jl Kapten A Rivai akhirnya uang pinjaman senilai Rp1,3 miliar yang diminta akhirnya dikirimkan lewat transfer. "Terlapor saat itu menjanjikan bakal mengembalikan uang klien kami paling lama dua bulan. Namun, yang dijanjikan itu tak kunjung direalisasikan bahkan lapangan tenis dan bulutangkis hingga kini juga tak kunjung dibangun dan terkesan dia selalu mangkir jika ditagih," imbuh Mustadi yang berharap agar laporan kliennya ini bisa ditindaklanjuti dan segera memeriksa terlapor.

Saat dikonfirmasi prihal tindak penipuan dan penggelapan tersebut Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas AKP Andi Heryadi menyatakan saat ini laporan korban telah ditindaklanjuti petugas reskrim Polresta Palembang.(fdl)