Menikmati Pesona Selandia Baru Bagian Utara

Menikmati Pesona Selandia Baru Bagian Utara
(saft/mediasriwijaya.com)
  • Musim Semi, Menu Makanan dan Destinasi Alam

BAGI Anda para traveler tentu berbagai destinasi top dunia menjadi dambaan untuk bisa mengunjunginya. New Zealand atau Selandia Baru, salah satunya.

Negara yang memiliki keindahan lanskap yang mengagumkan. Tak berlebihan rasanya bila menyebut negeri ini sebagai “surga” untuk para traveler, sebab Selandia Baru mampu menjadi objek foto yang cantik, pun memberi kenikmatan perjalanan yang tidak terlupakan.

Kru (MS) MEDIASRIWIJAYA.COM, saftarina  yang berkesempatan menginjakan kaki ke negara yang lumayan jauh letaknya dari Indonesia apalagi kalau dari Palembang pada 26 Agustus sampai 1 September 2018 lalu, ingin berbagi cerita kepada Anda.

Perjalanan dimulai dengan keberangkatan bersama rombongan PT Dinamika Bintang Kejora dengan dikawal Esa Tour and Travel bersama Mr Taufiq Ismail sebagai tour guide. Perjalanan Jakarta – Sydney pada 26 Agustus dengan penerbangan Qantas Airways ditempuh selama sekitar 10 sampai 12 jam dengan waktu keberangkatan pukul.20.10 Wib dan tiba di Bandara Sydney pukul 06.05 waktu Sydney. Sydney disinggahi karena transit pesawat saja mengingat penerbangan langsung Jakarta – New Zeland belum ada.

Selanjutnya dengan masih menggunakan maskapai penerbangan yang sama, Qantas Airways QF 143, perjalanan Sydney – Auckland, 27 Agustus 2018 dilanjutkan pukul 08.35 – 10.15 waktu setempat. Oh ya, ada perbedaan waktu antara Jakarta atau Palembang dengan New Zeland sekitar 5 jam. 

Tiba di Auckland dengan dipandu Ritchies Transport Holdings Limited, Mr Roger sebagai draiver, rombongan langsung menuju ke Chinese Dinner at Grand Park Restaurant yang terletak di Cnr Manukau Road and Greenlane West Road, Epsom Auckland. Menikmati makan malam ala resto.Chinese food masih belum berasa ada di negeri ini mengingat antara makanan dan suhu udara yang bertentangan. Saat tiba di Auckland, suhu udara sekitar 8 sampai 12 derajat celcius. Buat yang tinggal di Pagaralam atau kota Bandung, mungkin ini tak begitu terasa. Tapi buat kru MS yang tiap hari menikmati suhu udara panas kota Palembang, dinginnya udara Auckland memaksa jaket dan sarung tangan untuk dipasang. Lumayan buat menghangatkan tangan dan tubuh selama belum sampai di hotel.

Pukul sekitar pukul 20.30 waktu setempat rombongan tiba di Auckland City Hotel yang terletak di 157 Hobson Street Auckland. Wah.....lumayan lhooo...apanya yang lumayan? Ituuu...penatnya! Bayangin aja, mulai keberangkatan dari Palembang 26 Agustus dengan penerbangan pertama Garuda Indonesia pukul 5.30 wib dari Bandara SMB II, baru ketemu hotel 27 Agustus pukul 21.00 waktu Auckland. Sekitar 17 jam total perjalanan dalam pesawat...wehhhh....ngantuk, cuapek....and pengen cepet-cepet tidurrrr...Tapi eitssss...kirain sudah ngak ada masalah lagi ketika sudah berada di dalam kamar hotel, oh...no! Mandi sih its oke dengan air hangat, tapi pas mau tidur, lho kok masih kayak ada dalam kulkas? Ha ha ha...ternyata suhu di luar kamar sekitar 8 derajat mampu menembus ruang kamar. Waduh...terpaksa keluarin kaus kaki, jaket dan selimut..eh masih juga tuh dinginnya. Nah...terpaksa kontak rekan beda kamar, mau nanyain gimana nich cara menghangatkan tubuh? Alhamdulilah, ternyata alat pemanas ruangan tinggal on in aja. Ha ha ha dasar katrok yaaaa.....

28 Agustus 2018 setelah sarapan pagi, traveling dimulai dengan perjalanan ke Waitomo Glow Worm Caves yang terletak di 39 Waitomo Caves Road dan selanjutnya menikmati BBQ Lunch at Roselands Restaurant di 579 Fullerton Road waitomo Caves. Sampe sini, yuk nikmati dulu videonya yaaaa..

(BERSAMBUNG...nikmati Maori Concert and Enjoy Hangi Dinner di Novotel Hotel Rotarua)