Menikah Dengan Warga Biasa, Putri Ayako Kehilangan Status Kerajaan

Menikah Dengan Warga Biasa, Putri Ayako Kehilangan Status Kerajaan
(Foto Ist)

MEDIASRIWIJAYA.COM - Putri Ayako, putri termuda dari sepupu Kaisar Akihito menikahi warga biasa bernama Kei Moriya dalam sebuah upacara di Kuil Meiji, Tokyo, Senin 29 Oktober 2018.

Putri berusia 28 tahun itu secara resmi kehilangan status kerajaannya, setelah pernikahannya dengan pegawai perusahaan pelayaran berusia 32 tahun itu didaftarkan secara sah di Ibu Kota Minato Ward.

Sesampainya di kuil dengan pakaian tradisional, sang putri tersenyum kepada Moriya yang telah menunggu di dalam. Pasangan itu saling bertukar cincin dan membacakan sumpah pernikahan mereka selama upacara Shinto yang dihadiri oleh sekitar 30 orang termasuk anggota keluarga.

"Saya sangat senang banyak orang dapat merayakan (pernikahan kami). Kami ingin berusaha menjadi pasangan seperti ibu dan ayahku," kata Putri Ayako kepada wartawan usai upacara pernikahan, sebagaimana diberitakan Japan Times.

Momen ini adalah pernikahan pertama yang melibatkan anggota keluarga kekaisaran sejak Oktober 2014, ketika kakak perempuan, Noriko, menikahi Kunimaro Senge, seorang imam senior di Izumo Taisha.

Dengan pernikahan Putri Ayako, jumlah anggota keluarga kekaisaran kini berjumlah 18 orang, di mana 13 orang di antaranya adalah perempuan.

Di bawah hukum Kekaisaran, seorang wanita akan kehilangan gelar kerajaan setelah menikahi orang yang bukan berdarah biru. Namun jumlah keluarga kekaisaran yang terus menyusut telah menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas suksesi dan bagaimana mengurangi beban tugas publik pada anggota kerajaan yang tersisa.

Sumber : viva.co.id