Mengikuti Young Water Leader Summit di Singapore International Water Week 2018

Mengikuti Young Water Leader Summit di Singapore International Water Week 2018
Harrini Mutiara Hapsari ST., M.Sc., M.Si. bersama beberapa peserta Young Water Leader Summit di Singapore International Water Week 2018 (ist)

MEDIASRIWIJAYA.com — Awal tertarik untuk mengikuti di acara Young Water Leader Summit itu ketika mendapat email tawaran mendaftar dari pihak penyelenggara Singapore International Water Week beberapa bulan lalu.

Di email tersebut dijelaskan apa saja syarat dan ketentuan peserta. Salah satu yang paling berkenan yaitu usia yang dibatasi maksimal 35 tahun, karena jelas terpampang nama acara ini yaitu Young Water Leader Summit, dimana dikhususkan untuk generasi muda. Selebihnya kita diminta untuk mengisi formulir pendaftaran, dan menjelaskan apa saja motivasi kita mengikuti acara ini dan apa hal yang akan dilakukan kedepannya setelah acara ini selesai.


Harrini Mutiara Hapsari ST., M.Sc., M.Si. (ist)

Saya menyatakan bahwa sebagai salah satu tenaga pengajar di Fakultas Teknik Arsitektur Univ. Sriwijaya, saya memiliki kesempatan yang besar untuk menyalurkan ilmu dan pengalaman yang saya dapat selama acara ini kepada mahasiswa bimbingan saya. Yang bertujuan untuk memotivasi mereka untuk lebih berinovasi dan menjalin networking tidak hanya dengan kolega dalam negeri tetapi juga internasional.

Saya selalu berujar kepada adik – adik bimbingan saya jangan pernah takut untuk mencoba hal baru, jangan pernah takut banting setir dari satu keilmuan yang kalian pelajari, teruslah cari sesuatu yang baru yang bermanfaat.

Hari pertama kami disambut dengan sesi ice-breaking dan dinner di Singapore International Museum. Dalam sesi ini saya berkesempatan berkenalan dengan teman baru yang berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Turki, Uni Emirat Arab, India, Pakistan, Swedia, dll. Ada lebih dari 30 negara yang berpartisipasi di acara ini.


Suasana sesi ice-breaking dan dinner di Singapore International Museum. (ist) 

Di acara Young Water Leader Summit yang diselenggarakan di Marina Bay Sands ini, saya berkesempatan untuk mengikuti beberapa sub acara lainnya seperti Lee Kuan Yew Water Prize, Water Convention, Water Expo, dan Singapore River Cruise. Di acara Water Prize inilah saya bertemu dengan Walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini. Surabaya mendapatkan penghargaan sebagai salah satu kota yang berhasil dibawah pimpinan Ibu Risma. 


Bersama Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini. (ist)

Selanjutnya saya juga berkesempatan untuk mendengarkan pidato dari Ban Ki-Moon, Sekjen PBB yang ke-8. Di pidatonya beliau menyatakan tentang climate change dan pengaruhnya kepada sistem pengelelolaan sumber air bersih yang bersifat global. Selain itu konferensi ini merupakan ajang temu alumni karena saya bertemu dengan beberapa alumni yang pernah menyelesaikan sekolah dan bekerja di almamater saya, yaitu Unesco IHE Delft di Belanda.

Dengan mengikuti kegiatan ini saya mendapatkan pelajaran dan pengetahuan baru bagaimana negara – negara maju mengelola air dan sumber air dengan sangat baik dan bijaksana. Seperti di Singapura dimana negara kecil ini begitu memanfaatkan air yang berasal dari air hujan dan air kotor domestik untuk diolah menggunakan teknologi terkini agar kembali dapat dikonsumsi. Dan juga di Belanda, negara yang terletak dibawah permukaan air laut, sangat berpengalaman dalam berinteraksi dengan air dan mengelolanya dengan sangat bijaksana. 
 
International Water Week ini merupakan acara yang diselenggarakan tahunan sejak tahun 2008. Di tahun 2019, acara ini akan diselenggarakan di Amsterdam, Belanda dan di tahun 2020 akan kembali diselenggarakan di Singapura. Besar harapan saya partisipasi generasi muda diacara ini semakin meningkat tiap tahunnya. (Tulisan: Harrini Mutiara Hapsari ST., M.Sc., M.Si. - Dosen Teknik Arsitektur Univ. Sriwijaya)