Mayat Mengapung Ternyata Siswi SMA Negeri yang Terjun di Ampera

Mayat Mengapung Ternyata Siswi SMA Negeri yang Terjun di Ampera
Penemuan sesosok mayat perempuan mengapung di sungai musi (MEDIASRIWIJAYA.COM/Ly)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Warga dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan, mengapung di kawasan perairan Sungai Musi tepatnya di bawah Dermaga TNI AL Kawasan 1 Ilir Kecamatan IT 2 Palembang. Kamis (10/1) pukul 09.00 wib.

Penemuan mayat perempuan ini pertama kali viral postingan seorang pekerja di Pelabuhan Boom baru, yang melihat sesosok mayat dengan posisi telungkup mengambang terbawa arus sungai ke tengah dari Jembatan Ampera.

Setelah dievakuasi, petugas Polair Polresta Palembang dan petugas TNI AL, ternyata sosok mayat perempuan yang masih mengenakan seragam sekolah dari SMA Negeri 10 Palembang, tertera nama Eni Yulansari (16) Siswi Kelas X.

Aiptu Bulyani, Patwal Polair Polresta Palembang membenarkan jika korban yang ditemukan merupakan korban terjun dari jembatan Ampera yang sudah beberapa hari dalam pencarian.

 Penemuan mayat perempuan mengapung di sungai Musi segera dievakuasi (MEDIASRIWIJAYA.COM/Ly)

"Senin kami dapat informasi jika ada orang terjun dari jembatan Ampera, setelah dilakukan beberapa hari pencarian, hari ini Kamis, kami menemukan korban mengapung di Dermaga TNI AL kawasan 1 Ilir, diketahui atas nama Eni, selanjutnya korban kami evakuasi ke RS Bhayangkara," ujar Aiptu Bulyani.

Diketahui ternyata, korban Eni Yulansari ini sempat viral aksinya terjun dari jembatan Ampera pada Senin (7/1) lalu, diduga depresi atas permasalahan cinta.

Korban Eni, ini anak pasangan dari Dison dan Nia, yang hidup mandiri kost di kawasan Jalan Srijaya Negara Lorong Hasan AS RT 33 Kecamatan IB 1 Palembang, Selanjutnya mayat perempuan siswi kelas x ini dievakuasi ke Ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, untuk dilakukan pemeriksaan luar.

Tim dokter, yang dipimpin oleh Dr Indra Sakti Nasution, mengatakan jika dari pemeriksaan tidak ada tanda- tanda kekerasan, jelas kematian korban bunuh diri.

 Jenazah korban bunuh diri, Eni Yulansari (16) (MEDIASRIWIJAYA.COM/Ly)

"Tadi kita melakukan pemeriksaan luar, dari pemeriksaan kita tidak menemukan tanda- tanda kekerasan di tubuh korban, seperti luka atau memar tidak kita jumpai, sesuai yang kita duga selama ini (bunuh diri)" jelas dr Indra.

Lain lagi keterangan dari, Mauladi (55) Bapak Kost korban. Mauladi menceritakan jika sore pada Senin, korban sempat pesan Ojol untuk minta diantar ke Jembatan Ampera, korban hanya meninggalkan dua lembar surat bertulisan bahasa Komering.

"Dia izin mau ke Ampera, setelah pesan ojek ke Ampera, dia (korban) meninggalkan surat dua lembar panjang nian, tapi bahasa Komering isinya saya tidak tahu, cuma ada sedikit kata maaf Bapak aku tidak betah di sini" ujar Muladi.

Jenazah korban Eni Yulansari, setelah dikagami langsung dibawa pihak keluarga, yang akan dimakamkan di kawasan Muara Dua Kabupaten OKU Selatan, sekitar pukul 14.00 wib. (Ly)