Maruf Amin Himbau Masyarakat Sumsel tak Percaya Hoaks

Maruf Amin Himbau Masyarakat Sumsel tak Percaya Hoaks
Maruf Amin hadiri silaturahmi dan peresmian posko TKD Sumsel, Kamis (10/1) (MEDIASRIWIJAYA.COM/Yanti)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Silaturahmi dan Peresmian Posko TKD Sumsel digelar, Kamis (10/1) diresmikan Cawapres pasangan Jokowi yakni Maruf Amin. Ketua TKD Provinsi Sumsel Syahrial Oesman mengatakan, tempat ini berkumpul, bersikap menyatukan kemenangan Capres no 01.

"Kami ada 140 relawan, program Januari serbu Palembang dengan door to door. Kami sudah menyiapkan gantungan kunci, kalender dan stiker. Relawan akan diberikan secukupnya uang, ngetok rumah di Palembang untuk milih Jokowi," ujarnya.

Syahrial menuturkan, relawan ini bekerja dengan ini berbasis TPS. Relawan ini melakukan door to door di tempat tinggalnya masing- masing.

"Sisihkan waktu kita hanya 100 hari lagi. Korbankan jiwa, tekadmu untuk no 1 untuk NKRI. Kita tidak mau negara ini diubah, bagaimana no 1 menang," katanya.

Sementara itu, Cawapres Maruf Amin mengatakan, dirinya bersyukur di sini untuk meresmikan TKD.

 Cawapres pasangan Jokowi, Maruf Amin, hadiri silaturahmi dan peresmian posko TKD Sumsel (MEDIASRIWIJAYA.COM/Yanti)

"Saya percaya melalui kantor ini, koalisi Jokowi dan Maruf Amin akan menang. Harus menang, karena pasangan nomor 01 Jokowi dan Maruf Amin, didukung partai koalisi. Masak yang dukung banyak tidak menang, bahkan didukung ribuan relawan di seluruh Indonesia. Sumsel 150 relawan. Jadi harus menang," bebernya.

"Kita punya modal. Kerja Jokowi sudah melakukan pembangunan infrastruktur, jalan di mana- mana, air port, pelabuhan. Sehingga angkutan orang dan barang lancar, angkutan kereta api dibangun. Selain itu, ada fasilitas KIP, KIS dan PKH," bebernya.

Maruf Amin menceritakan, ada hoaks yang menyatakan Jokowi anti- Islam. "Kalau anti- Islam tidak mungkin ngajak saya wakil presiden. Pak Jokowi cari wakil pengusaha, profesional, TNI, Polri. Tapi yang diajak untuk mendampingi beliau saya Maruf Amin seorang kiai . Apa bisa itu dikatakan anti- Islam. Pada 2015 akan penetapan Hari Santri Nasional. Berarti beliau cintai Islam kok dibilang anti- Islam. Mudah-mudahan Sumsel tidak percaya hoaks. Kalau percaya itu oon," bebernya.

"Kita door to door, kita kasih paham. Banyak manfaat yang kita terima dari nawacita. Kita tidak boleh ngantuk, tidur. Jokowi dan Maruf Amin maka Indonesia maju, " pungkasnya. (Yanti)