Makanan Asian Games di Palembang Dijamin Aman

Makanan Asian Games di Palembang Dijamin Aman
BPOM melakukan stikerisasi kepada usaha kuliner di Kota Palembang. (saft)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terus melakukan stikerisasi kepada usaha kuliner di Kota Palembang. Kali ini, Rabu (11/7) stikerisasi pangan aman dilakukan di pedagang oleh-oleh dan pedagang pempek di Pasar 26 Ilir Palembang.

Pemasangan stiker ini dilakukan langsung oleh Kepala Badan POM RI, Dr Ir Penny K Lukito MCP. Namun kedatangan tim dari BPOM sempat membuat kaget para pedagang. 

 "Kita sengaja datang ke Palembang, Badan POM ikut mendukung serta menjaga jaminan untuk keamanan pangan, baik yang akan dikonsumsi oleh para atlet dari berbagai negara tentunya. Di sini kita juga menjaga tidak hanya pangan yang langsung dimakan tapi juga jajanan yang ada di sekitar," jelas Penny.

Dirinya juga mengatakan, para atlet yang berasal dari luar negeri juga diyakininya akan mencoba untuk mencicipi jajanan-jajanan di Kota Palembang.

"Mereka kan pasti sangat ingin tahu dengan jajanan tradisional kuliner setempat. Tentunya kita harus menjaga, dan sudah dikoordinasikan dengan Provinsi," ujarnya.

Masih dikatakannya, setelah beberapa bulan sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan oleh Badan POM melalui Balai BPOM Palembang dalam bentuk Sampling dan sudah ditindak terhadap para pelanggar.

"Alhamdulillah, dari 15 persen saat ini telah menurun menjadi 4 persen dan harapan kita menjadi 0 persen. Di sini kita berkomitmen dan memastikan makanan akan terjamin dari aspek keamanannya,  kita bersama dinas-dinas terkait saling berinteraksi dan bekerja sama saling membahu dengan pembagian tugas yang sudah jelas," pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut, Kepala Badan POM RI juga sempat memberikan celemek dan sarung tangan kepada pelaku usaha sebagai simbolis terkait kehigienisan pangan. 

Sementara Kepala Balai BPOM Palembang, Dewi Prawitasari mengatakan, pemberian stikerisasi pangan aman ini dilakukan, agar masyarakat lebih aman saat mengonsumsi makanan. Terutama pempek-pempek makanan khas yang sudah terkenal.

“Ada 270 pedagang dan 47 restoran yang menjadi target Balai BPOM Palembang untuk distikerisasi menjelang Asian Games ini,” kata Dewi.

Pemeriksaan sendiri, lanjut Dewi, dilakukan dengan menggunakan test kit formalin, borax, Rhodamin B dan Methanil Yellow.  “Stikerisasi ini akan terus dilanjutkan ke seluruh saranan yang sudah dipetakan,” ujarnya.

Dewi mengungkapkan, selain memeriksa zat kimia berbahaya pada pangan, juga akan dilihat kebersihan makanan. 

“Tidak boleh ada rambut, staples atau batu dalam makanan. Kita terus lakukan pemantauan meskipun sudah dipasang stiker. Nah, kalau nanti ditemukan ada yang berbahaya, stikernya akan dibuka,” bebernya.

Bagi yang belum mendapat stiker, sambung Dewi, bisa mengajukan stikerisasi ke BPOM Palembang.

“Setiap seminggu sekali kita lakukan stikerisasi. Kami harapkan Juli ini sudah selesai,” katanya.  (Saft)