LDK UBD Hadirkan Trainer Sugiarto

LDK UBD Hadirkan Trainer Sugiarto
Trainer Internusa Sugiarto SPd CPS saat menyampaikan materi pada Rapat Kerja LDK Al Qorib Universitas Bina Darma Palembang (MEDIASRIWIJAYA.COM/Ist)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com – Guna mempersiapkan program kerja 2018-2019 kepengurusan lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al Qorib Universitas Bina Darma (UBD) Palembang, jajaran pengurus menggelar Rapat Kerja (Raker).

Pengurus LDK Al Qorib UBD Palembang juga menghadirkan Trainer Internusa Sugiarto SPd CPS guna memotivasi para aktivis dakwah kampus dalam mengemban amanah kepengurusan baru.

“Raker ini merupakan kegiatan awal dalam rangka membuat program kerja dalam waktu satu tahun ke depan. Kami berharap rekan-rekan bisa membuat dan melaksanakannya ke depannya,” ujar Ketua Umum LDK Al Qorib Universitas Bina Darma (UBD) Palembang, Edy Susilo, Minggu (16/12).

Lanjut dia, bahwa diawalinya Rapat Kerja (Raker) dengan training ukhuwah atau persaudaraan diharapkan mampu memperkuat kualitas persaudaraan para aktivis LDK Al Qorib UBD dalam mengemban amanah dari tugasnya masing-masing.

“Mulai dari divisi kaderisasi, divisi syiar, divisi masjid atau mushola, divisi dana dan usaha, divisi kesekretariatan dan lainnya,” harapnya.

Sementara itu dikatakan oleh Trainer Internusa Sugiarto SPd CPS bahwa hadirnya para aktivis-aktivis LDK Al Qorib UBD diharapkan juga mampu meningkatkan kualitas diri dalam hal prestasi organisasi dan prestasi kampus. Sehingga aktivis jangan dampai memiliki nilai jeblok.

“Terpenting adalah niatnya, luruskan niat bahwa apa pun aktivitas Anda semua dengan niat ibadah. Jika niat sudah benar barulah akan bernilai pahala,” ulasnya.

Pria yang juga alumni LDK Al Qorib UBD Palembang tersebut menambahkan bahwa perjalanan aktivis dakwah dunia kampus adalah sebuah pilihan ibadah jika niatnya benar. Pasalnya, di dalamnya akan ada perjuangan dan pengorbanan.

“Bukan hanya mengorbankan waktu, tapi juga mengorbankan pikiran, mengorbankan uang jajan bahkan mengorbankan hati,” urainya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa mengorbankan hati bisa saja terjadi jika sesama aktivis terjadi degradasi hati dengan sikap ketersinggungan. Sehingga diharapkan kembali ke niat agar memperkuat istiqomah dan ukhuwah sesama aktivis.

“Ada atau tidaknya anda, dakwah dunia kampus akan tetap berjalan. Karena jika akan tergantikan oleh generasi-generasi lainm Tapi tidak sayangkah anda bahwa ada pahala yang mengalir deras jika menyampaikan kebaikan dan mengajak hijrah seseorang bernilai pahala besar,” ujarnya.(net)