Launching Aplikasi Halo Palembang, Tingkatkan Pelayanan Masyarakat Kota Palembang Dengan 568 Jenis Layanan

Launching Aplikasi Halo Palembang, Tingkatkan Pelayanan Masyarakat Kota Palembang Dengan 568 Jenis Layanan
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Palembang (MEDIASRIWIJAYA.COM/Net)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM – Berangkat dari masalah naik turunnya harga bahan pokok yang tidak menentu di sejumlah pasar tradisional di Palembang, Pemerintah Kota Palembang berniat untuk membantu ibu-ibu rumah tangga dengan menciptakan Aplikasi Halo Palembang.

Aplikasi ini merupakan aplikasi yang dapat memudahkan ibu rumah tangga dalam memantau harga-harga bahan pokok di pasar tradisional yang ada di kota Palembang sebelum mereka berbelanja di pasar.

Saat ditemui, Kepala Dinas Komunikasi Informasi (Kominfo) Palembang, M. Yanurpan Yany mengatakan jika aplikasi ini akan memunculkan berbagai macam harga, mulai dari bahan-bahan pokok hingga harga bumbu dapur dan rempah-rempah.

“Hari ini kita Launching Aplikasi Halo Palembang, dan didalam aplikasi ini ada Harga ikan Patin di Pasar KM 5, dan dibeberapa pasar lain. Ini juga memudahkan ibu-ibu untuk membandingkan harga dari pasar satu ke pasar yang lain,” katanya. Rabu, (5/12/18).

Menurut penjelasan Yanurpan, pantauan harga pasar itu merupakan bagian dari layanan Aplikasi Halo Palembang, yang terdiri dari 568 jenis layanan.

“Update harganya 2 minggu sekali, sementara ini 5 pasar besar yang ada di Palembang,” lanjutnya.

Yanurpan juga menambahkan jika aplikasi ini dibuat untuk meningkatkan layanan pada masyarakat Palembang dan Luar kota Palembang, yang berisi berbagai macam layanan dari informasi Dinas, Layanan Publik sampai Layanan darurat.

“Aplikasi ini sudah bisa di Download di Android lewat Playstore, dan kedepannya akan kita tingkatkan lagi baik itu data dan kecanggihan dari aplikasi itu nantinya,” ujarnya.

Dirinya juga melanjutkan, jika Peran Dinas Kominfo Palembang di Aplikasi ini hanya menyediakan wadah yaitu membuat aplikasi ini. Kemudian yang mengisi dan mengupdate data, pihaknya serahkan ke dinas dan pihak terkait.

“Ada sekitar 130 admin dari pihak terkait yang bekerja memantau aplikasi ini, untuk  layanan publik sampai jam 17.00 WIB, sedangkan untuk layanan darurat 24 Jam Full,” tutupnya.