Kapolresta Palembang : Nekat Lakukan Kejahatan, Siap Mati Konyol

Kapolresta Palembang : Nekat Lakukan Kejahatan, Siap Mati Konyol
Kapolresta Palembang (FFDl)

PALEMBANG, MEDIASEIWIJAYA.com – Ini warning Kapolresta Palembang, “Berani lakukan tindakan kejahatan, berarti siap untuk mati konyol. Kita tindak tegas,” kata Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono, Selasa (7/8/18).

Aksi kejahatan jalanan yang sempat membuat heboh dan viral di media sosial beberapa waktu lalu kini terungkap. Satu dari dua pelaku kejahatan jalanan tersebut yakni Wahyu (30) dan Rahmad (31) yang merupakan warga Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang yang langsung diberikan tindakan tegas dan terukur oleh pihak kepolisian usai kepergok melakukan aksinya di Jalan Dr Cipto, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Minggu (5/8/18).

Berdasarkan informasi yang didapat, kedua pelaku melakukan aksi kejahatan jalanan dengan cara memepet korbannya bernama Mutiara (19), seorang mahasiswi saat berada di lampu merah sekitar lokasi kejadian tengah berboncengan dengan rekannya. Kemudian, munculah pelaku Rahmat mengendarai motor memboncengi pelaku Wahyu dan turut berhenti di belakang motor korban sebelah kiri. Lalu, pelaku Wahyu berupaya mencuri barang yang terdapat di dalam tas korban dengan membuka resleting tas tersebut. Korban yang menyadari hal itu langsung spontan mempertahankan barang miliknya dan sempat terjadi aksi tarik menarik dengan pelaku yang akhirnya isi di dalam tas korban berupa laptop (notebook) dan sebuah tablet berhamburan di jalan.


Salah satu tersangka sedang ditangani tim medis(Fdl)

Namun sial, aksi tersebut dipergoki anggota polisi berpakaian preman yang tengah melakukan patroli. Anggota polisi pun sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali, namun kedua pelaku masih berupaya melarikan diri. Polisi akhirnya melepaskan timah panas dari senjatanya yang kemudian bersarang di punggung bagian kanan bawah pelaku Wahyu. Pelaku Wahyu yang tertembak kemudian ambruk ke tanah. Karena Wahyu terjatuh, motor yang dikendarai pelaku Rahmat kehilangan keseimbangan kemudian ikut terjatuh.

Sementara itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono membenarkan kejadian. Pihaknya berhasil mengamankan dua pelaku yang ternyata merupakan residivis curat dan curas ini “Ya, kedua pelaku tersebut memang merupakan buronan Polsek Ilir Barat II dan Polresta Palembang. Keduanya sudah melakukan beberapa kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan, pencopetan, dan pencurian konvensional,” ujar Wahyu saat Press release di ruang forensik RS Bhayangkara Palembang.

Dikatakan Kaporesta, berdasarkan pengakuan pelaku Rahmat ia hanya mencopet dan jambret. Namun, untuk pelaku Wahyu sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kami sejak lama dengan kasus curas. Masih kami selidiki lebih lanjut berapa laporan yang harus dipertanggungjawabkan oleh para pelaku ini,” jelasnya.

Pihaknya tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan di Palembang, terutama menjelang Asian Games 2018. Khusus  para pelaku kejahatan, silakan lihat media terlebih dahulu sebelum melakukan aksi kejahatan. Lihat apa yang kami lakukan terhadap para pelaku kejahatan sejauh ini,” tegas Wahyu Bintono HB.

Terpisah, di hadapan petugas pelaku Rahmat mengakui perbuatannya. Menurut dirinya baru kali pertama  melakukan tindakan kejahatan jalanan menjambret. ”Saya baru kali ini pak, menjambret sama Wahyu. Dulu pernah juga mencopet dua kali di BKB,” kata Rahmat sambil meringis kesakitan di IGD RS Bhayangkara Palembang.

Kapolsek Ilir Barat II Palembang, Kompol Dwi Utomo menambahkan, pihaknya akan memeriksa lebih lanjut tersangka Rahmat untuk mengetahui berapa kali kejahatan yang dilakukan kedua pelaku.” Untuk saat ini kami menyita beberapa barang bukti berupa tablet dan laptop miliki korban serta sepeda motor yang digunakan tersangka,” katanya. (Fdl)