Kalau Ingin Sukses Bisnis, Jangan Takut Risiko

Kalau Ingin Sukses Bisnis, Jangan Takut Risiko
(Foto ist)

JAKARTA,MEDIASRIWIJAYA.com - Bisnis merupakan hal yang menggiurkan bagi kalangan muda untuk mendulang keuntungan. Edward Tirtanatan (Pemilik Kopi Kenangan), Aditya Jamaludin (CMO, Fabelio.com), dan Kaesang Pangarep (Pemilik Sang Pisang) merupakan sebagian contoh pengusaha sukses pada usia muda.

Dalam memulai bisnis hal penting adalah mengetahui peluang usaha yang ada. Melihat apa yang dibutuhkan masyarakat sehingga dapat dipenuhi melalui bisnis yang kita jalani.

Seperti Aditya, ide berusaha berawal dari pernyataan mengenai membeli furnitur dinilai merepotkan, beberapa furnitur tidak memiliki garansi, dan bahkan jika ada kerusakan pada furnitur dibutuhkan biaya tambahan.

“Fabelio.com dibangun untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, sehingga dapat memudahkan pembelian furnitur,” katanya dalam acara Tommorow Today Fun(D)festival, Interview With Milenials Business Owner, Jakarta, (01/12).

Dia menjelaskan, dalam pembelian furnitur, tidak lengkap rasanya bila pembeli tidak mencoba langsung untuk mengetahui kualitas furnitur yang akan dibeli. Maka dengan dengan kecanggihan teknologi, para pembeli furnitur tidak perlu repot-repot mencari barang yang pas hingga pergi ke beberapa toko, bisa melalui toko online seperti yang bisnisnya tawarkan.

“Dengan teknologi yang canggih sekarang ini, para pembeli furnitur bisa melihat berbagai model furnitur sesuai dengan keinginan mereka, tanpa harus datang ke berbagai toko,” ujar Aditya.

Baca Juga: Mau Sukses, Tiru 5 Sifat dan Karakter Orang Kaya

Sementara itu, Kaesang saat ditanyai alasannya berbisnis pisang, menyatakan bahwa nama bisnis yang dia bangun memang sengaja mirip dengan namanya. "Kalau pilih duren, nanti namanya jadi Sang Duren. Kurang bagus," seloroh Kaesang.

Meski saat ini tengahg menjalani pendidikan di Singapura, Kaesang mengaku, tetap mengkoordinasi usahanya tersebut. "Tim selalu saya koordinasi lewat Skype atau Whatsapp," ujarnya.

Memulai Bisnis Harus Berani Ambil Risiko

Dalam memulai bisnis tentunya banyak tantangan yang dihadapi, begitu pula yang dialami ketiga pebisnis muda itu. Meski demikian, dengan senada mereka menyatakan kunci untuk berbisnis yakni berani mengambil resiko untuk mewujudkan ide-ide yang mereka miliki.

Aditya menyatakan, selain fokus mencari peluang bisnis, hal yang perlu diperhatikan yakni menghilangkan keraguan untuk memulai bisnis. Kata dia, banyak orang ragu untuk membuka bisnis, walaupun sudah memiliki banyak ide-ide.

“Banyak ide itu bagus, tapi harus dieksekusi. Kalau mengenai risiko, itu belakangan, yang penting dijalani dulu,” ujar dia.

Dalam kehidupan berbisnis, untung dan rugi menjadi hal yang biasa terjadi. Para pebisnis pemula sering takut untuk mendapat kerugian. “Kerugian itu sebetulnya membuat kita jadi tahu, apa yang membuat kita menjadi rugi serta ke depannya kita tidak akan melakukan hal yang sama,” kata Aditya.

Begitu pula dengan Kaesang, menurutnya, untung dan rugi merupakan hal yang wajar. “Tim Sang Pisang, tingkat manager dulu saya gaji Rp500 ribu. Saya bilang ke mereka, jika kalian bisa membuat usaha ini untung, gaji akan ditambah,” ucapnya.

Kaesang menambahkan, dirinya bahkan siap menggaji karyawannya hingga 10 kali lipat, jika karyawannya ingin bekerja keras dan membuat keuntungan lebih tinggi. “Kalau mereka bekerja keras agar mendapat gaji lebih, dan usaha mendapat untung banyak, saya jadi bisa cepat kaya,” ujar Kaesang.

Sementara itu, Edward mengaku pernah gagal saat mencoba bisnis ayam goreng dan bakmi, hingga dirinya beralih ke bisnis Kopi Kenangan. Penjualan dari minuman kopi itu bahkan sekarang bisa mencapai Rp120 miliar. "Satu yang tersukses itu kopi. Kita terus kembangkan,” ujarnya.

Sumber:okezone