Indeks Kinerja Harusnya Unggul di Segala Bidang

Indeks Kinerja Harusnya Unggul di Segala Bidang
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Palembang Harrey Hadi (MEDIASRIWIJAYA.COM/Net)

Pengelolaan APBD Palembang 2018

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Sukses menjadi salah satu peraih award pada Penghargaan Indek Kinerja Pengelolaan APBD 2018, belum membuat Kota Palembang puas. Pasalnya, ada beberapa hal lain yang secara spesifik, yang membuat Kota Palembang saat ini jauh lebih unggul dari kota lain peraih penghargaan indeks kelola kinerja dan efektifitas APBD 2018 yang dinilai Katadata.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Palembang, Harrey Hadi menerangkan, saat ini Palembang menjadi salah satu kota paling berkembang. Tidak hanya di bidang Kesejahteraan, tetapi hampir semua bidang yang menjadikan Palembang menjadi daerah paling unggul bahkan memiliki ketepatan program dan kegiatan yang benar - benar dibutuhkan masyarakat.

Artinya, Kota Palembang dan Walikota layak mendapat apresiasi dari penilaian yang dilakukan lembaga kajian mana pun termasuk Katadata, dalam memberikan penilaian terhadap empat bidang yang dilaksanakan belum lama ini.

"Bukan kami tidak menerima dan tidak bersyukur. Tetapi, apa yang dilakukan Walikota melalui dua programnya, mampu mengakomodir semua program lain dan Walikota layak mendapatkan penghargaan di empat bidang yang menjadi penilaian Katadata yang dilakukan secara independen," ungkapnya.

Harrey menerangkan, secara spesifik program Subuh Berjamaah setiap hari yang dilaksanakan serta telah di atur dalam Peraturan Walikota No. 69 Tahun 2018 dan program Gotong Royong yang rutin dilaksanakan setiap Minggu pagi, yang dipimpin langsung Walikota, sesungguhnya fakta bagaimana Walikota mengakomodir kebutuhan masyarakat dari bawah ke atas (bottom up planning).

"Dari dua program ini, sebenarnya sudah mampu mengakomodir berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan ekonomi. Karena Walikota mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan direalisasikan melalui anggaran yang dialokasikan," ungkapnya.

Terkait Implementasi bidang ekonomi (pro growth and pro job) perlu disampaikan pula jika Walikota Palembang telah menyerahkan bantuan kredit tanpa agunan sebesar Rp3 juta per orang untuk 4000 UMK. Selain itu, Walikota juga telah memberikan bantuan bibit cabai dalam 10.000 polibag kepada masyarakat miskin serta bantuan kolam bioflok ikan (kolam terpal) yg merupakan hal yang unik dari strategi pertanian perkotaan dengan lahan terbatas (urban farming).

Ketiga adalah, Walikota telah memberikan bantuan kepada usaha mikro lainnya di bidang industri dan perdagangan. "Semua sektor sudah dilaksanakan, bahkan pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita 77, 2% melebihi rata-rata provinsi dan nasional," ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Harrey, jika dalami semua program yang dilaksanakan Pemetintah Kota Palembang sudah on The Track sesuai alokasi besaran anggaran APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) dan ketepatan implementasi program yang dilaksanakan. Seperti terkait dengan alokasi pendidikan. Dimana, Pemerintah Kota Palembang serius dalam pengembangan bidang pendidikan, dengan mengalokasikan anggaran untuk pendidikan 33 %, jauh diatas amanat Undang-undangan sebesar 20%.

Sementara untuk Kesehatan, Pemerintah Kota Palembang mengalokasikan anggaran sebesar 15%, juga jauh di atas amanat pusat sebesar 10%. Artinya semuanya jauh di atas rata-rata nasional. Bahkan, hal ini dibuktikan indikator beserta capaiannya yg naik tajam dan konsisten.

"Jadi, dengan demikian Pemerintah Kota Palembang layak sekali untuk mendapatkan penghargaan untuk tiga bidang yang dinilai, Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan," ujarya. (Saft)