Guru Akui Siswi SMA 10 yang Mengapung Sedang Ada Masalah

Guru Akui  Siswi SMA 10 yang Mengapung Sedang Ada Masalah
Penjelasan kepala sekolah dan teman-teman mengenai korban bunuh diri, Eni Yuliansari (16) (MEDIASRIWIJAYA.COM/Yanti)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Kepala SMA Negeri 10 Palembang Fir Azwar mengakui jasad Eni Yuliansari (16) yang ditemukan mengapung di perairan Sungai Musi, tepatnya di bawah Dermaga PT Pusri Kelurahan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur II, oleh Anggota Satpol Airud Polresta Palembang, TNI AL dan Basarnas, Kamis (10/1) adalah siswa SMAN 10 siswa kelas X IIS 4. Guru Ekonomi Herman Sudianto mengatakan, benar Eni Yuliansari siswa kelas 10 IIS4.

"Kami tahu penemuan mayat siswa kami tadi. Kita ke RS Bayangkara pukul 9 pagi langsung melihat jenazahnya, " ujarnya saat diwawancarai di ruang kepala sekolah, Kamis (10/1). Herman menuturkan, Eni anaknya penurut.

"Penyebabnya kita belum tau. Hari Selasa tanggal 8 Januari kemaren dia masih sekolah. Waktu Eni masuk, dia terlihat capek. Pas kutanyo ado apo, dia jawab biasolah lagi ado masalah, " ucapnya.

Herman mengungkapkan, mendengar pengakuan Eni, dia menyarankan agar Eni menceritakan masalahnya ke guru BP. Tapi dia tidak mau.

"Kepribadiannya bagus. Dia aktif mengikuti organisasi yakni Paskibraka, Broadcasting dan Rohis. Teman -temannya merasa kehilangan, kerena sikapnya baik. Dia duduk di depan sendirian. Untuk nilainya di sekolah bagus," bebernya.

Teman sekelas Eni, yakni Syauri Belva, Adelia Khusnul Khatimah dan M Berlian Adinata mengatakan, Eni adalah orang yang tertutup. Dia tidak mau bercerita.

"Dia di sini nyewo bedeng, dekat rumah mamangnya. Baru kali ini dia murung.Inisiatif teman- teman melakukan yasinan," kata Syauri.

Kepsek SMA 10 Palembang Fir Azwar mengatakan, SMAN 10 sejak dua tahun ini ada pusat informasi konsultasi remaja. Dimbing oleh guru konseling, dan kelompok ini menangani anak -anak yang bermasalah.

"Kita menanamkan kegamaan kepada siswa. Setiap hari tadarus, dan sholat Dhuha. Target kita siswa satu tahun 30 juz selesai. Kejadian seperti ini di luar dugaan. Padahal kami menanamkan kepada siswa menjaga nama baik diri, sekolah dan keluarga," ujarnya. (Yanti)