Gelar Aksi Unjuk Rasa, Puluhan Massa Desak Transparansi Kasus Kematian Yuheri

Gelar Aksi Unjuk Rasa, Puluhan Massa Desak Transparansi Kasus Kematian Yuheri
Aksi unjuk rasa terhadap kasus Yuheri (MEDIASRIWIJAYA.COM/Ly)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.Com - Puluhan massa yang mengatasnamakan keluarga besar korban Yuheri Kusnadi (47), yang tewas dianiaya di dalam Lapas kelas 2 B Muara Enim menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Sumsel, dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumsel. Dalam aksinya massa mendesak agar kasus tersebut dapat diselesaikan dengan transparan dan mengungkap siapa aktor intelektual dari kasus kematian korban Yuheri. Kamis (6/12).

Kedatangan pihak keluarga kedua instansi negara ini, agar pihak segera mengusut kasus ini sampai tuntas ke akar-akarnya terhadap para pelaku baik pelaku utama, pelaku intelektual, pihak donatur, dan pihak pihak lainnya yang terlibat dalam kasus ini untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia. Mengingat kasus tewasnya korban Yuheri, ditangani langsung oleh Polres Muara Enim, hasil penyelidikan menetapkan yaitu, Napi Lubis tamping KPLP kasus 363, Agus Fitrian alias Yayan kasus 365 curas, dan tersangka Andrianto alias Andri kasus curas 365, yang proses penyelidikan selanjutnya sudah memasuki tahap 1.

Untuk itu pihak keluarga mengharapkan, kasus ini dapat dituntaskan mengingat diduga adanya keterlibatan oknum pihak Lapas Muara Enim. Yurike (18), anak korban semata wayang yang kini menjadi yatim piatu, terus menangis sambil memeluk foto sang ayah, demo di kantor Polda Sumsel dan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumsel. Beliau mengharapkan keadilan untuk ditegakan.

"Saya minta keadilan supaya kasus ini tuntas dan tidak ada lagi yang seperti yang dia lakukan kepada papa aku" ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Usman Iriansyah, selaku kuasa hukum korban mengatakan agar pihak kepolisian lebih profesional mengingat kasus ini sangat aneh, dalam lapas terjadi penganiayaan di duga ada donatur, keterlibatan orang lapas.

"Kami minta polisi lebih profesional lagi untuk mengusut tuntas kasus ini, siapa para perencana, pelaku yang menjadi donatur dalam kasus ini karena aneh di dalam Lapas yang notabennya tempat pembinaan masyarakat, apakah di dalam Lapas ini terlibat oknum pejabat Lapas makanya kami menyampaikan kepada pihak Polda untuk mengusut tuntas kasus ini karena indikasi-indikasi ini mengarah ke sana sudah sangat kuat" ungkapnya.

Masih dikatakan Usman, saat ini dari perkembangan kasus pihak kepolisian Muara Enim telah menetapkan tiga tersangka, akan tetapi pihak keluarga belum puas mengingat belum terungkapnya siapa aktor intelektual dari kasus penganiayaan yang menyebabkan korban tewas.

"kami berkeyakinan kasus ini ada yang merancang, yang diduga oknum pejabat Lapas ikut terlibat, 3 napi itu hanya tumbal, kami mohon kepada Polda untuk membackup Polres Muara Enim untuk mengungkap keterlibatan oknum Lapas" ujarnya.

Sementara itu Wadirkrimum Polda Sumsel, AKBP Eko Sudaryanto. menegaskan pihaknya akan menurunkan personil Subdit Jatanras untuk membackup Polres Muara Enim untuk melakukan penyelidikan tewasnya tahanan titipan dari Polsek Rambang Dangku Muara Enim.

"Saya menerima laporan atas Ketidakpuasan keluarga korban, dalam perkara penyidikan 170 penganiayaan dengan TKP di Lapas Muara Enim. Berdasarkan hasil barang bukti visum dan keterangan saksi  3 tersangka ditetapkan penyidik Polres Muara Enim. Kami tidak main-main terbukti kami proses hukum. kami bantu dengan menurunkan membackup Polres Muara Enim mengungkap kasus ini dengan tuntas" ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Sudirman D Hury. Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumsel mengatakan jika pihaknya telah menurunkan tim khusus untuk melakukan proses penyelidikan terkait tewasnya tahanan Yuheri.

"Pas malam kejadian pagi itu, saya bentuk tim pemeriksa khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap peristiwa ini, bawakan saya intruksikan kepada kalapas agar kasus ini dilaporkan ke Polres Muara Enim supaya ini di usut. Dari hasil pemeriksaan sudah ada 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Masih dikatakan Sudirman. untuk keseriusan pemeriksaan atas tewasnya seorang tahanan pihaknya telah menarik tiga pejabat Lapas klas 2 B Muara Enim ke Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumsel agar mempermudah proses penyelidikan.

"Sementara di kita untuk kepentingan administrasi sekarang ini ada beberapa pejabat Lapas Muara Enim saya tarik ke sini untuk mendalami peristiwa ini, apakah ada tidak keterlibatan oknum kita, jika ada keterlibatan oknum kita, maka tim khusus tadi belum berakhir pemeriksaan itu, tim pemeriksaan itu tidak ada batasan waktu hingga kasus ini selesai,” jelasnya. (Ly)