Gedung RSUD Kayuagung Siap Tampung Pasien

Gedung RSUD Kayuagung Siap Tampung Pasien
RSUD Kayuagung (MEDIASRIWIJAYA.COM/Net)

KAYUAGUNG, MEDIASRIWIJAYA.COM -  Progres pembangunan Gedung Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, saat ini sudah mencapai 75 persen. Ditargetkan hingga Desember mendatang pembangunan lantai satu ini selesai.

Direktur RSUD Kayuagung, dr H Fikram melalui Kabag Tata Usaha, Fuad Iskandar mengatakan, rencananya pembangunan gedung kelas III ini akan dibangun tiga lantai, tapi dilakukan secara bertahap. "Target kami Januari 2019 sudah bisa digunakan atau dioperasikan," ujar Fuad Iskandar, Kamis (8/11/18).

Gedung tersebut berkapasitas untuk 40 tempat tidur dan dilengkapi ruang isolasi. Untuk penambahan perawat pihaknya akan melihat kebutuhan, kalau memang harus ditambah akan dilakukan.

Saat ini, kata dia, pihaknya tengah melakukan perekrutan untuk delapan dokter umum yang memang dibutuhkan rumah sakit. Pasalnya, rumah sakit umum milik pemerintah daerah ini hanya memiliki delapan dokter umum,  dua di antaranya tengah menyelesaikan pendidikan.

"Kalau kebutuhan dokter umum memang sangat urgen, apalagi dengan jumlah pasien yang banyak setiap harinya, membuat kebutuhan dokter yang melayani masih dirasakan kurang," tukasnya.

Ditambahkannya, pihaknya berharap dengan bertambahnya dokter umum, dan tersedianya gedung Kelas III yang baru, peningkatan pelayanan kepada setiap pasien RSUD Kayuagung, baik itu yang berasal dari Kabupaten Ogan Ilir maupun dari Bumi Bende Seguguk, bisa dilakukan secara maksimal. 

Menyikapi ruang isolasi, bangunan baru di RSUD OKI, diminta dimanfaatkan sebagaimana fungsinya. Namun, yang lebih ditingkatkan pelayanan terhadap pasien jangan menjadi persoalan yang tidak baik.

"Kalau rumah sakit sudah bagus, tentunya harus didukung dengan pelayanan lebih lagi lagi. Terutama, para perawat yang pegawai negeri yang biasa membuat contoh kurang baik terhadap pasien," kata Wakil Ketua DPD Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Kabupaten OKI, Ali Musa SE.

Ditegaskan Ali, rumah sakit jangan dijadikan tempat kontrakan para pemilik klinik, orang-orang pintar di rumah sakit. "Kami sudah mendapat laporan secara lisan, bahwa rumah sakit ini ajang operasi para pemilik klinik, setelah selesai dibawa kembali ke klinik. Rumah sakit tempat numpang operasi," katanya.  (Novi)