Dinkes OKI Lamban Pembayaran Disebabkan Adm RSUD Kayuagung Belum Lengkap

Dinkes OKI Lamban Pembayaran Disebabkan Adm RSUD Kayuagung Belum Lengkap
MEDIASRIWIJAYA.com/Novitasari Kadin Kesehatan H Lubis saat rapat dengan Anggota Komisi IV DPRD OKI, terkait jasa medis rumah sakit yang diduga belum terbayar ke manajemen rumah sakit Kayuagung.

KAYUAGUNG, MEDIASRIWIJAYA.com-- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), H Lubis membantah keras atas keterlambatan pembayaran pengobatan pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung.

Pemerintah khususnya dinas kesehatan selalu memperhatikan kesehatan masyarakat apalagi terkait klim, pembayaran ke rumah sakit, semua baik-baik saja. Tentunya, manajemen rumah sakit harus didepankan, yang bisa mengakibatkan terhambatnya proses pencairan dana.

“Keterlambatan pembayaran insentif jasa medis dikarenakan proses administrasi yang diajukan oleh pihak rumah sakit kepada pihak Dinas Kesehatan terkadang belum lengkap, sehingga harus dikembalikan kembali,” ujar Lubis saat ditemui di Ruang Rapat Komisi IV DPRD OKI di Kota Kayuagung, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, beberapa sumber pendapatan rumah sakit yaitu, dari pasien umum, pasien BPJS, dan pasien Jasoskes. Ditambahkan Lubis, kesalahan proses administrasi yang terlambat diajukan membuatnya belum bisa mencairkan dana yang diajukan RSUD Kayuagung.

“Keterlambatan tidak mungkin terjadi jika pengajuan yang belum lengkap segera diperbaiki manajemen rumah sakit. Kalau diselesaikan cepat, tentunya pencairannya juga bisa cepat,” tegas Lubis panjang lebar pihaknya tidak mungkin memperhambatan pembayaran apabila persyaratannya lengkap.

Anggota Komisi IV DPRD OKI Fredy mengatakan, belum dapat menyimpulkan sampai mendapatkan informasi selanjutnya dari manajemen rumah sakit.

“Rapat yang berlangsung belum sampai pada kesimpulan, yang pasti hasil keterangan dari Dinkes dan RSUD akan didorong untuk segera mungkin ditindaklanjuti,” ujarnya.

Direktur RSUD Kayuagung dr H Fikram melalui Kabid Medik H Ubaidillah belum bisa berkomentar lebih jauh. Menurutnya, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan akreditasi rumah sakit.

“Informasi selanjutkan belum bisa disampaikan. Sekarang ini proses Akridetasi tengah berlangsung,” tutur Ubaidillah, tentunya semua ini untuk kepentingan bersama, agar pelayanan jauh lebih baik lagi.

Diharapkan Ubaidillah, seluruh pegawai rumah sakit apabila ada persoalan bisa langsung di musyawarahkan dengan baik. Karena persoalan sekecil apapun akan kita selesaikan secara baik. Ini semua menyangkut kepentingan bersama.

"Pihak manajem sekarang fokus meningkatkan pelayanan terhadap pasien juga tentunya tenaga medis menjadi perhatian manajemen rumah sakit," tandasnya. (Novi)