Diduga Suami Diculik Oknum Perwira, Istri Lapor ke Mapolda Sumsel

Diduga Suami Diculik Oknum Perwira, Istri Lapor ke Mapolda Sumsel
ilustrasi net

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Bersama anak dan kerabatnya, GO (37), ibu rumah tangga (IRT), mendatangi SPKT Mapolda Sumsel, Jumat (31/8/18). Demikian dikutip dari laman tribunnews.com.

Kedatangan GO untuk melaporkan seorang oknum perwira menengah (pamen) berpangkat Kombes yang bertugas di Mabes Polri. Dalam laporannya, G melaporkan atas kasus penculikan yang dialami suaminya bernama A dan berprofesi sebagai advokat.

Tampak GO bersama anaknya sedikit trauma untuk menceritakan kronologis kejadiannya kepada petugas. Namun GO enggan memberikan komentarnya kepada awak media. Oknum perwira Polri yang dilaporkannya berinisial HN berpangkat Kombes.

Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sumsel Amin Tras SH yang mendampingi keluarga korban mengatakan, peristiwa yang dialami korban terjadi di kawasan Simpang Sukatani Kecamatan Sako Palembang, Kamis (30/8/18) malam.

Ketika itu korban yang sedang berada di salah satu kafe, mendadak dijemput oleh HN dengan mengendarai mobil. Di sana korban langsung dibawa ke kawasan Sako dan dianiaya di dalam mobil milik korban. Namun saat itu istri dan keluarga korban yang curiga melihat suaminya mendadak dijemput, langsung mengiringi dari belakang dengan menggunakan mobil.

Dalam perjalanan, korban pun berhasil selamat setelah memecahkan pintu kaca mobil dan melompat keluar, hingga akhirnya diselamatkan warga setempat. 

"Dari keterangan keluarga korban, ada delapan unit motor trail yang diduga kelompok dari oknum polisi yang berlagak koboy. Karena oknum HN yang pangkatnya Kombes ini sempat menembaki mobil korban sebanyak lima kali ke bagian ban dan bumper mobil," ujar Amin Tras.

Ditanyai mengenai motif terlapor HN yang diduga menculik korban, Amin Tras mengatakan, kemungkinan dendam lama karena selama ini korban dan terlapor sudah lama tidak bertemu.

Terlapor HN ini datang ke Palembang dari Jakarta yang diduga sengaja mencari keberadaan korban. "A saat ini masih dirawat di rumah sakit karena mengalami luka-luka. Saya selaku Ketua KAI Sumsel membackup penuh, karena A ini seorang advokat dan jabatannya sebagai bendahara KAI Sumsel. Saya juga akan melapor ke Propam Mabes Polri," ujar Amin Tras.

Sementara itu ketika dimintai keterangan terkait laporan yang dimaksud, Kepala SPKT Polda Sumatera Selatan AKBP Munaspin mengatakan, bahwa laporan telah diterima dengan Nomor LPB/660/IIV/2018/SPKT dan laporan yang diterima akan segera ditindaklanjuti. "Benar laporannya telah diterima dan sekarang sedang dilakukan tindak lanjut," ujar Munaspin.