Diduga Kabur Bawa Narkoba, Ditresnarkoba Sumsel Kini Tetapkan Ari Yansah Sebagai DPO

Diduga Kabur Bawa Narkoba, Ditresnarkoba Sumsel Kini Tetapkan Ari Yansah Sebagai DPO
ID Card Ari Yansah (MEDIASRIWIJAYA.COM/Net)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM- Terkait adanya Oknum Konselor BNN Kota Prabumulih, atas nama Ari Yansah Saputra, yang di duga orang yang mengeluarkan barang dan membawa kabur barang bukti narkoba, saat pengerebekan jaringan bandar besar yang melibatkan satu keluarga di Desa Modong Kampung 1 Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumsel, oleh Ditresnarkoba Polda Sumsel. Kamis (29/11/2018) pukul 14.00 WIB kemarin.

Diakui sudah dua tahun tidak tergabung lagi dalam Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan. Mengatakan jika yang bersangkutan (Ari-red) memang pernah bertugas sebagai konselor BNN Kota Prabumulih, antara bulan Juli 2015 hingga Januari 2016, lalu. Karena kurang disiplin akhirnya, diberhentikan.

"Ari sebagai Konselor sudah hampir 2 tahun, tidak dipekerjakan lagi karena kurang disiplin" ungkap Brigjen Pol Jhon. Kamis (06/12/2018).

Sementara itu. Ibnu Mundzakir Kepala BNN Kota Prabumulih, menegaskan jika dirinya membenarkan yang bersangkutan Ari Yansah Saputra pernah menjabat sebagai Konselor di BNN Kota Prabumulih, antara bulan Juli 2015 hingga Januari 2016. Bahkan di tahun 2016, oknum tersebut selama dua bulan lebih pernah menjadi driver Kepala BNN Kota Prabumulih sebelumnya.

Karena program pasca rehab sudah selesai, maka Januari 2016 kontrak kerja berakhir, berdasarkan informasi karena yang bersangkutan tidak disiplin, jadi di putus hubungan kerja, antara bulan Maret - April 2016.

"Jadi sudah tidak lagi ada hubungannya dengan BNN Kota Prabumulih, " jelas.

Diakui Ibnu Mundzakir. Pihaknya ada kesalahan administrasi, dimana ketika oknum Ari Yansah Saputra, berhenti pihaknya tidak mengambil ID Card Identitas oknum Ari selama menjabat Konselor BNN Kota Prabumulih.

"Kesalahan dari Adminitrasi BNNK Prabumulih, pada saat dia (oknum Ari-red) tidak bekerja lagi, di BNNK Prabumulih, seharusnya ID Card di minta, ini ID Card nya masih berada kepada yang bersangkutan, ini lah yang menjadi pokok permasalahannya. Hingga itu menjadi senjata yang bersangkutan untuk melakukan ya enggak tahulah apa gitu" tutur Kepala BNN Kota Prabumulih.

Dari hasil penelusuran, jika oknum Ari Yansah Saputra ini, masih ada hubungan keluarga dengan keluarga bandar di Desa Modong Kampung 1 Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim, dimana Narapidana Arman alias Aji, yang di vonis 18 tahun penjara dan mendekam di Lapas Narkotika Serong Kabupaten Banyuasin dan Istrinya atas nama Tersangka Eni Kusrini (41) mertua tersangka Firmansyah (31) yang tak lain adalah pencatat Polri. Merupakan bandar besar dengan jaringan internasional. Bahkan sejak menjabat Kepala BNNK Prabumulih sejak Mei 2017 hingga sekarang dirinya tidak pernah bertemu dengan oknum Ari Yansah Saputra.

"Jadi sudah 2 tahun lebih, sudah tidak ada sama sekali hubungan dengan BNNK Prabumulih, saya selaku kepala BNNK Prabumulih, sama sekali belum pernah ketemu. Dan informasi yang saya dapat yang bersangkutan masih saudara atau masih ada hubungan dengan saudara firmansyah yang pecattan polri, dan mertuanya si Aji, aji itu bandar" ungkap Ibnu Mundzakir.

Disinggung soal, apakah Oknum Ari Yansah Saputra, mantan konselor ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) jajaran BNNK Prabumulih. Dijelaskannya selama ini oknum Ari belum ada kasus dengan pihaknya. Artinya belum pernah masuk dalam jaringan yang diungkap.

Akan tetapi pihaknya hanya menetapkan DPO Arman alias Aji mertua tersangka Firmansyah. Dirinya juga, mengetahui jika Ari Yansah Saputra warga Desa Modong ini, ditetapkan sebagai DPO oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Sumsel.

"informasi yang saya dapat, si Ari ditetapkan sebagai DPO, orang Polda sudah menghubungi BNN Provinsi kemudian BNN Provinsi menghubungi saya, memang betul Ari pernah bekerja di BNNK Prabumulih, sebagai konselor, karena tidak di siplin akhirnya putus, jadi sejak itu yang bersangkutan tidak ada kontrak sama sekali dengan BNNK Prabumulih" tegasnya.

Lain lagi. Disampaikan Wadir Resnarkoba Polda Sumsel, AKBP Amazona P, pihaknya masih mencari keberadaan yang bersangkutan Ari Yansah Saputra. Karena saat pengerebekan yang bersangkutan lah yang mengeluarkan barang, dan membawa kabur sebagian barang bukti narkoba.

"Dia masih dalam pencarian kita" ujar AKBP Amazona. (Ly)