Dibanding SMA, Lulusan SMK di Sumsel Lebih Banyak Jadi Pengangguran

Dibanding SMA, Lulusan SMK di Sumsel Lebih Banyak Jadi Pengangguran
Ilustrasi Pelamar Kerja (MEDIASRIWIJAYA.COM/Net)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel terus berupaya menekan angka pengangguran. Ini dibuktikan dengan turunnya angka pengangguran di Sumsel selama 2018. Meski mengalami penurunan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi tingginya tingkat pengangguran di provinsi ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, Ekowati Retnaningsih mengakui jika saat ini angka pengangguran mengalami penurunan. Tercatat di tahun 2017 angka pengangguran mencapai 181 ribu sedangkan tahun 2018 berkurang menjadi 109 ribu. Untuk persentase tingkat pengangguran terbuka tahun 2017 sebesar 4,39 persen sedangkan tahun 2018 turun menjadi 4,02 persen.

“Data ini diambil dari BPS Sumsel periode Februari,” ungkap Ekowati, Kamis (29/11/2018). Ia mengaku penyumbang angka pengangguran tertinggi berdasarkan tingkat pendidikan yakni dari SMK 9,21 persen, kedua disusul di tingkat SMA mencapai 7,66 persen. Sedangkan untuk Perguruan Tinggi (PT) 4,53 persen.

“Artinya, lulusan SMK di Sumsel banyak yang menganggur,” ujarnya. Dikatakannya, hal ini dikarenakan pencari kerja yang terdidik lebih cenderung memilih pekerjaan akibatnya terjadi ketidakseuaian antara jumlah kesempatan dengan kebutuhan kerja.

Kemudian, rendahnya daya saing tenaga kerja akibat keterampilan yang dimiliki pencari kerja tidak sesuai dengan permintaan pasar dan lain sebagainya. “Keterampilan juga menjadi tolok ukur kenapa mereka bisa menganggur,” kata dia.

Untuk daerah yang paling tinggi penyumbang pengangguran yakni Palembang sebesar 7,21 persen, kemudian Prabumulih sebesar 6,99 persen, Ogan Komering Ulu sebesar 4,61 persen, Lubuklinggau sebesar 4,55 persen dan Muara Enim sebesar 4,27 persen.

“Kami harap ini menjadi perhatian pemerintah daerah setempat sehingga mampu membantu menurunkan angka pengangguran Sumsel,” tukasnya.

Sumber: Koran Indonesia