Dana Operasional PAUD di Kabupaten OKI Belum Cair

Dana Operasional PAUD di Kabupaten OKI Belum Cair
MEDIASRIWIJAYA.COM/Net Ilustrasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

Berkas Pengajuan Belum Ditandatangani Bupati

KAYUAGUNG, MEDIASRIWIJAYA.COM -- Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hingga saat ini belum menerima dana Bantuan Operasional PAUD (BOP) Tahun 2018. Padahal lembaga sudah melakukan kerjasama (MoU) pada Dinas Pendidikan OKI.

Informasi dihimpun, Jumat (2/11/18) belum cairnya dana operasional PAUD, karena ada beberapa sekolah PAUD mengeluh dengan hal tersebut menyangkut dana operasional transport para guru dan kegiatan anak PAUD. Ada juga informasi bahwa berkas pengajuan masih di meja Bupati belum ditandatangani, hingga guru PAUD yang menjadi masalah.

Roni (33) salah satu pengelola PAUD di Bumi Bende Seguguk mengatakan, pihaknya sudah lama menantikan cairnya dana operasional lembaga PAUD yang dikelolanya. Mengingat, lebih penting dan berguna untuk kelancaran belajar mengajar.

Mengenai besaran dana BOP yang diterima setiap PAUD bervariasi tergantung jumlah siswa yang dimiliki. Untuk satu siswa dananya Rp 600 ribu pertahun. "Biasanya tidak pernah lambat seperti ini, ada apa," tanya Roni yang berharap sebelum akhir tahun dana tersebut sudah mereka dapat.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan OKI, H Masherdata Musa’i melalui Kabid PLS Disdik OKI, A Arifa’i, ketika dikonfirmasi wartawan menjelaskan, dana tersebut sudah ada hanya saja belum bisa dicairkan, karena sampai saat ini berkas yang diajukan ke pemerintah belum ditandatangani oleh Bupati OKI. "Kami mohon untuk bersabar kepada guru PAUD, dananya sudah ada tinggal menunggu tanda tangan Pak Bupati," kata Arifa’i.

Menurut Arifai, pihaknya memang sudah melakukan MoU dengan semua PAUD terkait pencairan dana BOP tahun 2018 pada Agustus lalu. “Pada bulan itu juga kita sudah mengajukan berkas ke Pak Bupati, tapi mungkin beliau sibuk jadi belum ditandatanganinya," terangnya.

Pihaknya selaku penyalur tak akan menghambat pencarian dana itu. "Untuk apa kami menghambat, kalau memang sudah ditandatangani, dipastikan segera disalurkan," tuturnya.

Karena kata dia, dana yang bersumber dari APBN itu memang sudah dibayarkan oleh pemerintah pusat. "Sudah ada dananya, makanya sudah dilakukan MoU, tapi mohon bersabar," pintanya kepada seluruh lembaga PAUD di OKI.

Disinggung berapa total dana BOP yang akan dibayarkan untuk seluruh lembaga PAUD di OKI, Arifa’i menyebutkan ada sekitar Rp 9 miliar.

Namun hingga saat ini dana sebesar tersebut belum bisa dibayarkan, kendati pihak pemerintah pusat telah membayarkan dana tersebut ke rekening daerah, karena terhambat belum ditandatangani Bupati OKI.

Adapun menurut seorang pengelola PAUD lainnya, biasanya dari tahun sebelumnya jika sudah dilakukan MoU paling lama seminggu dana sudah dicairkan. Namun tahun ini terlambat hingga memasuki 3 bulan, kendati dana tersebut sudah ada. (Novi)