Critical Eleven Minutes, 11 Menit Kritis Saat Penerbangan Pesawat

Critical Eleven Minutes, 11 Menit Kritis Saat Penerbangan Pesawat
ilustrasi penerbangan pesawat (MEDIASRIWIJAYA.COM/net)

MEDIASRIWIJAYA.COM - Critical Eleven Minutes atau Sebelas Menit Kritis. Dalam dunia penerbangan, istilah itu menunjukkan waktu kritis pesawat paling banyak mengalami kecelakaan. Diterjemahkan secara bebas berarti sebelas menit, merujuk pada waktu-waktu kritis paling penting dalam setiap penerbangan yang dilakukan pesawat di mana saja. Pada sebelas menit kritis atau critical inilah kecelakaan pesawat paling sering terjadi.

Dilansir dari jurnal Flight Safety Foundation Vol.25 No.1 Januari/Februari 1990, momen krusial ini juga biasa disebut 'Critical 11 Minutes'. Sebelas menit ini terdiri dari tiga menit setelah pesawat lepas landas dan delapan menit sebelum pesawat mendarat.

Awak kabin dilarang untuk berkomunikasi dengan pilot dan kopilot di kokpit. Aturan itu berlaku selamanya kecuali dalam keadaan darurat yang menyangkut keamanan penerbangan dan keselamatan penumpang.
80% kecelakaan pesawat terjadi di antara dua momen yang telah disebutkan di atas.Critical eleven juga disebut sebagai dua momen di mana pesawat paling rentan menemui keadaan berbahaya.

Selama sebelas menit yang mempertaruhkan nyawa baik saat take off atau landing, pramugari atau pramugara pasti akan memberi pengumuman khusus seperti ini.

“Untuk keselamatan anda, silakan letakkan barang bawaan di bagasi atau di bawah kursi. Sebelum lepas landas kami persilakan kepada Anda untuk duduk, menegakkan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka dihadapan Anda, mengencangkan sabuk pengaman, dan membuka penutup jendela.”

Yuk kita simak, apa sih sebenarnya maksud dari pramugari atau pramugara memberi pengumuman tersebut.

1. Barang bawaan penumpang harus dimasukkan ke bagasi atau di bawah kursi. 
Kita tentu membawa beberapa barang penting ke pesawat seperti koper atau tas kecil. Barang tersebut nggak boleh sampai mengganggu lalu lalang di sekitar kursi, karena dalam kondisi darurat hal tersebut akan memakan waktu penyelamatan diri penumpang.

2. Penumpang diminta buat duduk di kursi masing-masing. 
Kalau penumpang nggak duduk di kursinya, saat darurat, mereka nggak kebagian masker oksigen deh. Selain itu juga tentu akan kehilangan informasi yang dijelaskan pramugari atau pramugara.

3. Sandaran kursi juga harus dipastikan tegak. 
Permudah segala akses agar apabila dalam 11 menit kritis ini terjadi sesuatu, para penumpang dapat segera menyelamatkan diri. Ini bisa mengurangi risiko cedera penumpang dan mempermudah akses penumpang dibelakangnya untuk keluar.

4. Meja kecil yang ada di depan penumpang juga harus ditutup. 
Umumnya terdapat meja kecil disetiap kursi penumpang. Meja ini harus ditutup pada 11 menit kritis tersebut. Tujuannya untuk mempermudah akses keluar dan mengurangi risiko cedera.

5. Sabuk pengaman juga harus dikunci dan dikencangkan. 
Penumpang diharapkan untuk mengenakan sabuk pengaman yaitu dikunci dan dikencangkan. Ini bisa menjaga penumpang cedera saat terjadi guncangan yang dahsyat

6. Jendela di bagian samping harus dibuka penutupnya. 
Bagi penumpang yang duduk disebelah jendela diharapkan untuk membuka penutupnya. Kalau jendela terbuka, penumpang juga jadi tahu bagaimana kondisi di luar saat terjadi keadaan darurat. Penumpang juga dapat mengetahui jika terjadi gangguan atau kebakaran disisi sayap pesawat dan dapat dilaporkan kepada awak kabin. 

7. Saat akan terbang atau mendarat, lampu di pesawat juga diredupkan. 
Pada 11 menit kritis tersebut, lampu pesawat akan diredupkan. Kondisi itu membantu mata penumpang agar adaptasi dengan lingkungan yang gelap lebih cepat. Apabila lampu redup, penumpang akan lebih mudah menyelamatkan diri dibandingkan dengan kondisi lampu yang terang tiba-tiba menjadi gelap ataupun sebaliknya.

8. Mematikan ponsel dan juga alat elektronik
Alat elektronik sangat penting untuk di nonaktifkan atau dimatikan. Barang elektronik tersebut seperti laptop, ponsel dan lainnya wajib hukumnya untuk dimatikan. Sinyal yang dipancarkan ternyata bisa mengganggu penerbangan.

Itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui seputar penerbangan. Jadilah penumpang yang cerdas dan taat aturan agar proses penerbangan dapat berjalan dengn lancer dan semestinya. Semoga bermanfaat!

Info : berbagai sumber