Calhaj Risti disarankan Badalkan Ibadah Melempar Jamarat

Calhaj Risti disarankan Badalkan Ibadah Melempar Jamarat
ilustrasi net

MEDIASRIWIJAYA.com - Sebentar lagi, seluruh calon haji yang kini sedang memadati Kota Mekkah akan melaksanakan puncak ibadah rukun kelima Islam yaitu wukuf di Padang Arafah dan melempar jumrah atau jamarat sebagai bagian dari ritual mengurangi pembuatan buruk.

Khusus, calhaj dengan resiko tinggi, seperti menderita penyakit jantung dilansir dari kemenkes.go.id disarankan untuk membadalkan atau menggantikan melempar jamarat. Hal itu, untuk menghindari kelelahan sehingga memicu kambuhnya penyakit, kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka.

Ia menjelaskan, kelelahan menjadi pemicu utama memperburuk calhaj dengan penyakit jantung.

Dengan demikian, diimbau agar para pendamping, ketua regu dan ketua rombongan serta TKHI dapat memantau dan mengingatkan jamaah risti ini untuk menjaga kondisi fisik, ujarnya.

Sebentar lagi, tambah dia, calhaj dari seluruh dunia akan berkumpul di Arafah. Oleh karenanya jemaah haji Indonesia yang Risti harus benar-benar dipersiapkan dengan baik.

''Kontrol dua hari sekali ke dokter, minum obat dan makan serta istirahat yang cukup agar kesehatan dan tenaga tetap terjaga dengan baik. Ikuti saran dari petugas kesehatan. Bila ada keluhan segera temui dokter,'' tambahnya.

Sampai dengan hari ke-28 (13/8) pelaksanaan kesehatan haji di Arab Saudi, sebanyak 465 kloter yang membawa 190.505 calhaj telah memasuki Makkah. Dari jumlah tersebut sebanyak 127.377 orang (66,86%) di antaranya adalah jemaah Risti.

Data di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah menyebutkan 1.155 orang telah dirujuk ke KKHI dengan total calhaj yang dirawat mencapai 479 orang.

Sementara calhaj yang masih dirawat inap di KKHI sampai Senin (13/8) berjumlah 167 orang dan di rawat di RSAS sebanyak 108 orang. Kelelahan menjadi pemicu utama para calhaj.

Sementara itu, calhaj wafat di Arab Saudi sebanyak 58 orang dengan rincian yaitu 24  meninggal di daerah kerja (Daker) Madinah, 33 orang di Daker Makkah dan satu orang di Daker Bandara.

''Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada calhaj, yaitu 33 kasus atau 56,89%. Kita harus benar-benar mengawasinya,'' tegasnya.

Menurut Eka, penyuluhan kesehatan di pondokan-pondokan jemaah saat ini telah melibatkan para dokter spesialis jantung, tidak hanya dilakukan oleh Tim Promotif Preventif seperti sebelumnya.

''Kami ingin calhaj bisa melaksanakan ibadah dengan baik. Insyaa Allah menjadi haji sehat, haji mabrur dan kembali ke tanah air untuk bertemu keluarga,'' katanya.(Sumber Kemenkes RI)