Buntut Aksi Demo Guru SMPN 46 Palembang, Kepseknya akan Diroling

Buntut Aksi Demo Guru SMPN 46 Palembang, Kepseknya akan Diroling
(saft/mediasriwijaya.com)

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA.com -  Puluhan Guru SMPN 46  Palembang melakukan aksi damai, bertujuan untuk meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi kepala Sekolah (kepsek) yang memimpin secara diktator.

Luapan rasa kesal dan kecewanya, bukan tanpa alasan, kepala sekolah SMPN 46 Limansa Rajagukguk melenceng dari visi misi sekolah cenderung arogan dan tidak mendengarkan aspirasi guru.

Dengan membentangkan spanduk bertuliskan kalimat kami datang dengan cita-cita dengan membawa harapan demi masa depan sekolah yang lebih baik, pada Selasa (2/10/18) halaman sekolah SMPN 46 Sukabangun Palembang

Dikatakan koordinator lapangan Imanila, aksi ini didasari oleh sikap Kepala Sekolah yang bertindak diktator, arogan dan tidak menghargai dewan guru. “Kepala sekolah pada saat rapat selalu memaksakan kehendak, tanpa mendengar pasukan dewan guru,” ujarnya.

Tidak hanya itu lanjutnya, Kepala sekolah memberhentikan guru honor dan karyawan dengan paksa, kemudian memasukan guru honor yang tidak linier, demi kepentingan dirinya. “Kami telah melayangkan surat ke Diknas, tapi Diknas cuek. Makanya kami lakukan aksi damai,” jelasnya.

Di samping itu Imanila mengungkapkan bahwa, Kepala Sekolah juga mendirikan kantin, tanpa melakukan musyawarah dengan guru, padahal telah ada kantin yang dikelola oleh koperasi sekolah. “Kami dewan guru meminta Diknas, mengganti Kepsek SMPN 46 dengan yang baru, karena kami sudah tidak nyaman lagi,” tegasnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 46 Palembang, Limansa Rajaguguk membantah bersikap arogan dan tidak mendengarkan pendapat dewan guru. “Mereka tiba – tiba melakukan aksi, tanpa memberitahukan kepada saya selaku pimpinan mereka. Padahal saya ingin mengajak mereka rapat,” ujar Limansa.

Terkait aksi damai yang dilakukan dewan guru, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, H. Ahmad Zulinto angkat bicara. "Ada dua poin permasalahan ini pertama kesenjangan kedua komunikasi yang kurang," katanya.

Apa yang menjadi tuntutan oleh guru guru di sini prihal pencopotan Kepsek, dirinya telah lama mengawasi Kepsek ini. "Saya telah menyiapkan sekolah baru untuk rolling ibu kepala sekolah ini,"katanya usai melakukan rapat bersama guru SMPN 46. “Segera kita pelajari permasalahannya, bila diperlukan akan dilakukan evaluasi,” katanya. (Saft)